Jember – Menghadapi arus mudik dan balik selama perayaan hari raya Idul Fitri mendatang PT. KAI Daops IX Jember, mulai mempersiapkan gerbong tambahan. Sejumlah gerbong tambahan tersebut disiapkan dan bisa digunakan mulai besok, Minggu (21/9) hingga tanggal 12 Oktober 2008 mendatang.
Namun meski PT KAI sudah memperisapkan gerbong tambahan, sejumlah tiket kelas eksekutif sudah habis terjual. Seperti misalnya tiket kereta api Mutiara Timur hingga keberangkatan tanggal 7 Oktober mendatang sudah habis terjual.
“Selain kereta itu, calon penumpang bisa memesan tiket di loket-loket yang ada di stasiun, karena kita sudah menambah gerbong-gerbong tambahan pada setiap kelasnya,” jelas Humas PT. KAI Daops IX Jember, Hariyanto.
Hariyanto mencontohkan pada jadwal tersebut mulai tanggal 21 September hingga 12 Oktober, kereta api Mutiara Timur siang dan malam (Surabaya - Banyuwangi) akan menarik tiga gerbong eksekutif, satu kereta makan, dan enam gerbong bisnis. Sedangkan untuk kereta api Cantik Ekspres (Jember - Surabaya) menarik satu gerbong eksekutif, satu kereta makan, dan empat gerbong bisnis.
Kereta lain yang juga mengalami penambahan gerbong ada kereta api Logawa (Jember - Purwokerto) bakal menarik 10 gerbong ekonomi dan satu kereta makan, kereta api Sritanjung (Banyuwangi - Jogjakarta) menarik tujuh gerbong ekonomi, satu kereta makan, dan satu kereta barang.
Sementara itu untuk kereta api lokal yang mepunyai rute tidak jauh seperti kereta api Tawangalun, Probowangi, Pandanwangi akan menarik empat gerbong ekonomi.
Di sisi lain Hariyanti juga menjelaskan khusus untuk tarif kereta api tidak bakal mengalami kenaikan tarif. "Karena sesuai instruksi presiden, tarif KA ekonomi tidak naik. Sedangkan KA bisnis dan eksekutif akan menggunakan tarif batas atas dan batas bawah," tuturnya. (RI-1)
RADAR INVESTIGASI
PT KAI Siapkan Gerbong Tambahan
BLT Jilid II, Hari Ini Giliran Sumbersari, Pakusari, Kaliwates
Jember – Hari ini, pencairan BLT jilid II masih terus berlangsung usai beberapa daerah kemarin. Sabtu (20/9) ini giliran tiga kecamatan yang mendapatkan kucuran BLT, diantaranya Sumbersari, Pakusari dan Kaliwates.
Pencairan kali ini tidak hanya sebatas BLT jilid II sebesar Rp. 400 ribu per orang saja. Karena masih ada ribuan orang yang belum mencairkan BLT jilid I beberapa bulan lalu sehingga saat ini menerima rapelan sejumlah Rp. 700 ribu per orangnya.
Menurut Kepala Dinas Sosial Pemkab Jember, Suhanan SPd, seuai data di Dinas Sosial masih ada sekitar 1.310 rumah tangga miskin yang belum mencairkan BLT jilid I. Sehingga pada pencairan BLT jilid II ini masing-masing menerima rapelan Rp. 700 ribu dan Rp. 400 ribu.
Suhanan menghimbau kepada warga penerima BLT untuk tidak membelanjakan semua dan yang diterimanya hanya untuk persiapan hari raya saja. ”Sebaiknya disimpan untuk kebutuhan usai hari raya juga, karena sebenarnya BLT ini untuk meringankan beban warga kurang mampu bukan karena hari raya saja,” tuturnya.
Sehingga dana bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Dan usai hari raya masih bisa memenuhi kebutuhan dengan dana dari BLT tersebut. ”Meski tidak bisa membantu seratus persen, pemerintah sudah beruopaya meringankan beban warga dengan adanya dana BLT ini,” imbuhnya.
Total pada pencairan BLT jilid II ini ada 237.413 rumah tangga miskin. Dan 22.734 diantaranya masih belum bisa mencairkan karena kartu panggilan dari Kantor Pos masih belum kunjung turun. Sehingga masih meunggu kartu susulan dari Kantor Pos Pusat. (RI-1)
SK Belum Diperpanjang, KPU Kerja Tidak Maksimal
Jember – Aktivitas/kegiatan terkait dengan kinerja KPU Kabupaten Jember untuk melaksanakan agenda Pemilu 2009 dan pemilihan gubernur (pilgub) putaran keduadiduga tidak optimal dan cenderung lesu. Pasalnya, masa kerja anggota KPU tinggal tiga hari atau habis pada 23 September nanti.
“Apalagi, hingga kini belum ada SK perpanjangan masa kerja dari KPU provinsi,” ungkap Ketty Tri Setyorini, slah satu anggota KPU Jember.
Anggota KPU Jember Ketty Tri Setyorini mengungkapkan, masa kerja lima anggota KPU Jember selesai pada Selasa (23/9) pekan depan. “Sehingga kalau SK perpanjangan masa kerja tidak kami terima, kami tidak memiliki kewajiban lagi untuk mengambil kebijakan di KPU Jember,” ujarnya.
Dalam pasal 125 UU No 22/2007 tentang Penyelenggara Pemilu disebutkan, jika KPU kabupaten/kota tengah menjalankan agenda pemilihan kepala daerah, maka masih bisa diperpanjang paling lama empat bulan sejak kepala daerah dilantik. Masa kerja semua KPU kabupaten/kota di Jatim juga segera berakhir 23 September 2008.
Jika masa kerja KPU tak diperpanjang, menurut Ketty, anggota KPU tidak bisa mengambil kebijakan terkait sejumlah tahapan pelaksanaan pemilu dan pilgub putaran kedua. "Kami tidak mungkin bekerja all out tanpa payung hukum," tegasnya.
Meski begitu hingga saat ini pihaknya dengan bersama anggota KPU lainnya masih menuntaskan kegiatan untuk perispan pencalegan dan Pilgub putaran kedua. Dengan dasar tersebut, lanjut Ketty, sejatinya KPU masih bisa menjalankan aktivitasnya karena harus mempersiapkan agenda pilgub putaran kedua.
Tetapi karena SK perpanjangan itu dirasa sangat perlu, karena merupakan persoalan administratif dan dasar hukum bagi orang per orang yang memangku jabatan anggota KPU. Maka SK perpanjangan masih perlu. Supaya hak dan kewajiban anggota terlindungi. (RI-1)
9880 Guru Ngaji Terima Bantuan
Ket. Foto : sejumlah guru ngaji sedang menerima bantuan dari Pemkab Jember.
Jember - Sebanyak 9880 orang guru ngaji yang tersebar di 31 kecamatan menerima bantuan dari Pemkab Jember. Mereka berasal dari 247 desa yang ada dan masing-masing desa ada sekitar 40 guru ngaji. Masing – masing guru ngaji menerima bantuan sebesar Rp 400.000,- sehingga total bantuan yang diserahkan oleh Pemkab Jember pada Jumat (19/9) sekitar Rp 3,952 Milyar.
“Penyerahan bantuan ini merupakan rangkaian bantuan Bupati Djalal kepada guru ngaji, ustadz, ustadzah dan kiai yang telah didata sebelumnya oleh tim,” kata H. Moch. Rasyad, Kasi Agama Bagian Kesra usai memberikan sambutannya saat penyerahan bantuan di Aula PB. Sudirman.
Lebih lanjut Rasyad mengatakan bahwa yang merupakan tim pendata adalah perangkat desa setempat, LPPTKA dan Al Ma’arif yang jumlahnya pada tiap desa berbeda-beda tergantung pada unsur kelembagaan yang ada di desa tersebut. Dan bagian Kesra hanya sebagai penyalur saja.
Data penerima bantuan inipun menurut Rasyad juga berubah-ubah setiap tahunnya. “Bila tahun lalu telah mendapat bantuan, maka untuk tahun ini tidak mendapat bantuan lagi, sebab untuk memberikan giliran kepada yang lain,” imbuhnya.
Di sisi lain Rasyad menymapaikan permohonan maaf Bupati Jember MZA Djalal, yang menurutnya belum bias memenuhi tuntutan guru ngaji.
”Bupati minta jangan melihat nomimal bantuan, akan tetapi hendaknya dilihat dari perhatian Pemkab atau Bupati terhadap guru ngaji yang ada di desa-desa di Kab. Jember,” ujarnya. (RI-1)
Penyaluran BLT Tahap II di Banjarsengon, Berjalan Lancar

Jember – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada bulan Ramadhan atau menjelang Lebaran yang ditunggu-tunggu masyarakat kurang mampu saat ini akhirnya kesampaian juga. Karena BLT diharapkan mampu meringankan beban masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri pada awal Okrober mendatang.
Masing-masing penerima BLT di Kelurahan Banjarsengon kecamatan Patrang pagi hingga siang tadi, Jumat (19/9/2008) telah menerima dana sebesar Rp 400 ribuan. Jumlah penerima dana di kelurahan yang cukup minus ini mencapai 405 orang.
Penyerahan BLT tahap II yang dilaksanakan di kantor kelurahan tersebut berjalan cukup lancar. Meski masyarakat menunggu dengan antrian panjang namun tetap sabar sesuai dengan urutan antriannya.
Lurah Banjarsengon, Imam Thohari mengatakan terkait pencairan BLT tahap II ini secara keseluruhan berjalan seperti yang direncanakan. Semua berjalan lancar, aman dan terkendali. “Tidak ada gejolak sama sekali, masyarakat juga senang karena mendapatkan bantuan, apalagi disaat menjelang lebaran,” ujarnya.
Di sisi lain, Kasi Kesejahteraan Masyarakat, Banjarsengon, Suharto S.Sos, menambahkan, bahwa BLT tahap II ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga tidak mampu dalam menghadapi lebaran. Pemerintah kata Suharto, menyadari, dalam menghadapi lebaran, kebutuhan masyarakat akan meningkat.
Karena itu untuk membantu kesulitan mereka, pemerintah segera mencairkan BLT tahap II menjelang hari raya.
Sesuai dengan data yang ada penerima BLT di Banjarsengon dipetakan sesuai dengan lingkungan. Lingkungan Gender diterimakan kepada 91 orang, Kebon Lor 60 orang, Kebon Kidul 89 orang, Krajan 156 orang. (RI-1)
Lintasan Rel Ilegal MArak, 97 Tak Berpenjaga
JEmber – PT KAI Daops IX Jember menghimbau kepada pemudik untuk berhati-hati melintasi kawasan perlintasan kereta api. Karena banyak perlintasan illegal yang tidak berijin, sehingga tidak berpenjaga.
Terbukti sesuai data yang ada di Daops IX Jember, dari 129 lintasan KA, ternyata masih ada 97 jalur yang dijadikan black spot atau area jalur tengkorak.
“Karena pada 97 lintasan tersebut masih belum ada ijin dan penjaganya, sehingga bagi warga luar kota yang kurang faham arus lalu lintas diharap berhati-hati melintas,” ujar Hariyanto HUmas KAI Daops IX Jember.
Sedangkan yang berpenjaga hanya ada 32 persimpangan saja. Sejumlah titik persimpangan yang rawan laka tersebut menurut Hariyanti ada yang paling rawan. Diantaranya persimpangan di desa Pecoro, Rambipuji, dan persimpangan Desa/Kecamatan Ledokombo.
"Paling rawan karena lalu lintas di daerah itu sangat tinggi terjadinya keelakaan," katanya.
Sebelum melintas pihaknya menghimbau kepada semua pengguna jalan untuk mewaspadai kondisi perlintasan. Dengan cara melihat kanan dan kiri jalan disepanjang perlintasan untuk mengetahui ada kereta lewat atau tidak.
Demikian halnya dengan perlintasan yang ada penjaganya, pengguna jalan juga harus bersabar menunggu kereta lewat terlebih dahulu. “Dan mengantri di jalur yang benar jika ada kereta lewat, jangan saling mendahului dan berjajar didepan pintu perlintasan semua, itu bias menyebabkan kecelakaan dan kemacetan,” imbuhnya. (RI-1)
DPU Bakal Kerjakan Jalan BAndara
Jember – Jalan sepanjang 1,9 kilometer menuju BAndara Notohadinegoro, naga-naganya tidak bakal berdebu lagi. Pasalnya DPU Jember sudah menganggarkan sejumlah dana dari APBD kabupaten Jember tahun 2008.
Sayangnya KAdis PU, Ir. Djuwarto enggan berkomentar terkait dengan jumlah anggaran yang bakal dikucurkan untuk jalan tersebut. Demikian juga dengan Kabid Bina MArga DPU, Ir. Mashoed, menurutnya tidak hafal anggaran yang disediakan untuk pembuatan jalan.
“Saya nggak hafal berapa nominalnya, karena sekarang sedang ada tahap penyesuaian dengan harga aspal yang baru, nanti ditunggu saja berapa kita pasti lansir beritanya,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya jalan sepanjang 1,9 kilometer yang berada didepan bandara tersebut cukup mengganggu lalu lintas perjalan penumpang pesawat. Karena hingga hari ini, jalan itu masih berupa tanah kering.
“Berdebu kalau kemarau dan berlumpur kalau musim hujan, sehingga banyak penumpang pesawat yang komplain atas kekurangan fasilitas tersebut,” imbuhnya.
Pembangunan jalan itu sendiri menurut Mashoed, baru dimulai beberapa minggu pada bulan depan. Dan jarak yang bakal diselesaikan sekitar 1,9 kilometer tersebut mulai dari depan KAntor Desa Wirowongso hingga depan bandara.
Lama pekerjaan menurutnya tergantung system yang bakal dicapai oleh kontraktor. “Kalau system mekanis maka bakal cepat selesai, kalau manual ya agak lama, sehingga saat ini masihdalam perhitungan mereka,” imbuhnya. (RI-1)
Dinkes dan Disnakkan Terus Waspadai Flu Burung
Ket. Foto : Sosialisasi antisipasi merebaknya flu burung di Jember.
Jember – Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Peternakan Perikanan (Disnakkan) Jember sampai saat ini masih terus mewaspadai mewabahnya flu burung. Apalagi menurut Diah Kusworini, Kasie Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Jember, perilaku hidup sehat di negeri ini masih belum membudaya.
“Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar hingga saat ini belum disertai kesadaran akan perilaku hidup sehat,” ujarnya. Hal ini menyebabkan wabah virus H5N1 yang menimbulkan penyakit Flu Burung menyebar luas di masyarakat secara cepat. Berdasarkan hasil penelitian WHO baru-baru ini, Indonesia menduduki peringkat tertinggi untuk jumlah penderita Flu Burung.
Berpedoman pada fenomena tersebut, maka Departemen Kesehatan melalui Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten berupaya untuk terus melakukan sosialisasi pencegahan penyakit dengan nama asing Avian Influenza tersebut.
“Oleh karena itu, koordinasi tentang Avian Influenza dengan instansi terkait terus kami upayakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan virus mematikan ini,” kata Diah usai membuka Pertemuan Koordinasi dan Review Avian Influenza, Kamis (18/09) di Aula Bakti Husada Dinas Kesehatan.
Selama ini, katanya, Dinas Kesehatan bersama Dinas Peternakan dan Perikanan telah melakukan monitoring unggas yang mati secara mendadak sejak tahun 2006 pada 16 kecamatan (16 desa/kelurahan) terhadap 253 ekor unggas. Tahun 2007 dilakukan monitoring terhadap 8 ekor unggas yang mati pada 17 kecamatan (17 desa/kelurahan) dan tahun 2008 monitoring dilakukan pada 205 ekor unggas yang mati mendadak pada 5 kecamatan (5 desa/kelurahan).
Perlu diketahui bahwa pada tahun 2008 ini ditemukan sebanyak 16 orang yang diduga terjangkit Flu Burung, namun setelah diadakan pemeriksaan ternyata bukan virus H5N1.
Saat ini Dinas Kesehatan juga telah melatih perwakilan dari PMI sebanyak 25 orang, dari PP Muhammadiyah sebanyak 136 orang untuk dijadikan sebagai relawan dan sudah tersebar di 17 kecamatan guna mengamati kematian unggas. “Setelah itu mereka harus melaporkan pada Dinas Kesehatan atau Dinas Peternakan dan Perikanan untuk diteliti lebih lanjut,” imbuhnya.
Di sisi lain dokter spesialis paru Jember, dr. Edy Nurtjahja Sp.P menyampaikan bahwa Avian Influenza merupakan jenis penyakit baru yang masih dalam proses penyelidikan.
Oleh karena itu, masyarakat harus tanggap untuk mengenali gejala-gejala infeksi virus itu. Misalnya, seseorang tiba-tiba mengalami demam tinggi hingga 38 derajat C atau lebih, sakit tenggorokan yang disertai batuk-pilek, sengaja atau tidak sengaja bersinggunga/tinggal di sekitar atau terkena kotoran/bangkai unggas, mengalami sesak nafas dan turunnya leukosit atau sel darah putih.
Bila di masyarakat ditemukan ada seseorang yang diduga terjangkit gejala-gejala tersebut, hendaknya di lakukan pemeriksaan pada rumah sakit yang merupakan rumah sakit rujukan. “Sebab ini adalah kebijakan nasional yang menunjuk rumah sakit tertentu sebagai rumah sakit rujukan penyakit Flu Burung, dan di Jember sendiri yang ditunjuk adalah RS. Dr. Soebandi,” jelasnya.
Ciri-ciri lain yang perlu diwaspadai adalah bahwa virus H5N1 ini dapat bertahan di air hingga 4 hari pada suhu 22 derajat C dan lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat C. Waktu masuknya virus ke tubuh hingga timbul gejala pada seseorang, rata-rata adalah 7 hari.
“Saat ini memang sudah ditemukan obat untuk penyakit itu namun masyarakat tetap harus mewaspadai geljala-gejala yang timbul,” imbuhnya. Melalui penelitian WHO disarankan orang dengan gejala-gejala tersebut dapat mengkonsumsi obat Oseltamivir yang setiap 75 mg kapsul bernilai Rp 18.000,-. Dan pengobatannya memerlukan waktu 5 hari, 2 kapsul per hari.
Langkah lain yang perlu dilakukan yakni jangan menyentuh unggas yang sakit atau mati, namun jika terlanjur, hendaknya cepat mencuci tangan menggunakan sabun. Selain itu, dianjurkan untuk mencuci tangan dan peralatan makan sebelum makan, memasak unggas dan telur hingga matang. Memisahkan unggas dari manusia dan memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat bila mengalami gejalanya.
“Jika terpaksa kontak dengan unggas, lindungi kulit, mulut, hidung, dan mata dari kontak dengan udara ataupun kotoran dengan menggunakan sepatu bot, sarung tangan, masker dan kacamata khusus,” tegasnya. (RI-1)
TKP2M Temukan Mamin Kadaluwarsa

Ket. Foto : Sejumlah petugas gabungan dari Dinkes Jember dan Satpol PP sedang memeriksa makanan dan minuman kadaluwarsa.
“Roti Jamuran masih banyak beredar”
(Infokom) Jember,
Menjelang Lebaran tahun ini, masyarakat Kabupaten Jember harus berhati-hati memilih makanan yang akan dikonsumsi. Jika tidak, akan fatal akibatnya. Sebab, saat ini masih saja ditemukan makanan dan minuman yang tidak layak untuk dikonsumsi. Bahkan, makanan tersebut dijual bebas terutama di toko-toko kecil dipinggiran kota Jember.
Hal itu terkuak setelah TKP2M yang merupakan tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Jember menggelar operasi mendadak (sidak) makanan minuman (mamin) di sejumlah toserba dan supermarket di kota ini, Kamis (18/9) siang kemarin.
Hasilnya, tim yang terdiri dari Satpol PP, Polres Jember, Dinkes, Disperindag, Pemberdayaan, Pendapatan, Infokom, Pariwisata, Kesra, PBSB itu menemukan sejumlah mamin yang tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat.
Sedangkan supermarket dan toserba seperti indomart dan toko sejenisnya sangat kecil sekali ditemukan mamin yang tidak layak dikonsumsi. “Karena di swalayan ini sudah diterapkan manajemen yang bagus dan selalu dikontrol setiap hari oleh petugas dari swalayan tersebut, “ujar Jumarlis
Selain ditemukan mamin ringan itu, ada sejumlah toko yang menjual roti yang berjumlah puluhan bungkus itu juga sudah kedaluwarsa alias habis tanggal peredarannya. “Bahkan pada saat melakukan operasi di toserba lainnya, petugas juga menemukan susu kaleng yang sudah karatan, “tandasnya.
Kendati demikian, tim yang terbagi menjadi 2 kelompok ini selain menyita barang-barang yang tidak layak dikonsumsi masyarakat juga melakukan pendataan beberapa temuan itu.
Oleh petugas, para pemilik toko tersebut diberikan pemberitahuan terkait temuan itu, sedangkan barang yang rusak di bawa oleh petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Operasi ini kita gelar dalam rangka menyambut Lebaran. Jika banyak beredar makanan tak layak, kan kasihan masyarakat," ujar Jumarlis, Humas Dinas Kesehatan Jember via telpon.
Diantara kejanggalan yang ditemui oleh tim gabungan berupa makanan dan minuman yang sudah rusak kemasan (penyot), kadaluwarsa, dan jamuran yang dianggap berbahaya untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Selanjutnya makanan dan minuman yang tidak dilengkapi dengan masa berlakunya dibawa petugas untuk diperiksa lebih lanjut.
Makanan dan minuman yang disita itu di antaranya 12,5 kg kacang yang tidak berlabel, 13 kaleng susu dengan kemasan penyot, 36 makanan ringan kedaluwarsa, 21 bungkus makanan yang sudah jamuran dan beberapa makanan yang tidak dicantumkan batas akhir.
“Makanan dan minuman kadaluwarsa tersebut kami sita dan untuk diperiksa lebih lanjut, apakah makan tersebut berbahaya bagi kesehatan, “ujarnya.
Terkait sidak mamin, Jumarlis mengatakan, operasi dilakukan untuk menghindari kerugian konsumen akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang diperdagangkan secara bebas di pasaran. "Konsumsi masyarakat menjelang Lebaran lebih tinggi, sehingga kami melakukan sidak untuk menghindari kemungkinan konsumen dirugikan," katanya ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (18/9) kemarin.
Sehingga kedepan diharapkan akan terwujud kualitas kesehatan makanan dan minuman serta kesadaran para pengusaha mamin akan arti pentingnya penyehatan mamin bagi usahanya. “Dan akhirnya konsumen akan terhindar dari keracunan mamin akibat rendahnya kualitas makanan yang dipasarkan, “pungkas Jumarlis. (*/tot)
Puluhan SKCK Caleg MAsih Di Meja KApolres
Jember – Sekitar 30 berkas SKCK untuk calon legislative (caleg) dari Jember baik yang menjadi caleg DPRD Jember, DPRD Propinsi maupun DPR RI, hingga hari ini masih menumpuk di meja Kapolres Jember.
Padahal masing-masing caleg sudah berusaha mengurusi berkas SKCK tersebut sebelum batas waktu pengembalian berkas ke KPU. Sayangnya hingga batas akhir pengembalian kekurangan berkas di KPU, ternyata masih ada kekurangan seperti SKCK.
Terkait dengan kekurangan berkas SKCK, KPU sendiri memberi kelonggaran waktu, asalkan betul-betul ada di meja Kapolres. Demikian juga pihak POlres Jember juga sudah berkoordinasi dengan KPU dan memberikan daftar nama caleg dan partai yang belum selesai ditandatangani KApolres.
“Kami sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada KPU terkait dengan hal itu, dan daftar nama yang kita berikan hanya untuk caleg yang ngurus SKCK sebelum batas waktu pengembalian berkas,” ujar Kasat IPP, Suyono.
Namun bagi caleg yang sengaja dating dan mengurusi SKCK sesudah batas waktu pengembalian berkas di KPU, maka Polres tidak melayaninya.
Belum ditandatanganinya berkas SKCK milik caleg menurut Suyono bukan karena pelayanan POlres lambat. Namun juga disebabkan banyaknya surat yang perlu ditandatangani KApolres Jember.
Namun pihaknya minta partai tidak mempermasalahkan keterlambatan tersebut karena pihaknya sudah maksimal dan sudah berkoordinasi dengan KPU. Sehingga caleg tidak baal dicoret hanya karena SKCK belum jadi hingga hari ini, Kamis ( 18/9/2008 ). (RI-1)
