Ket. Foto: Kepala Balai Uji KIR Jember, J Suhartono.
(Infokom)Jember,
Untuk mengantisipasi datangnya Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Jember mengadakan pengecekan kendaraan bermotor agar laik jalan sesuai dengan dasar hukum dan perintah melalui Surat Menteri Perhubungan RI Nomor : 289 Tahun 2008. Ada 3 tahapan dalam pengecekan kelayakan kendaraan bermotor untuk tahap pertama yaitu H-10 lebaran, bagi kendaraan Bus terutama pengecekan standart kelayakan dan 139 bus ada 37 bus yang tidak laik jalan, “demikian disampaikan Kepala Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Jember, J. Suhartono saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Menurut Hartono tahap kedua H-7 s/d H-5 pengecekan kelayakan jalan dilakukan di Terminal Tawang Alun, disini pengecekan dilakukan terhadap perlengkapan keselamatan agar semua kendaraan angkutan lebaran ini betul-betul layak jalan. “Bagi kendaraan yang dinilai tidak laik jalan diberi waktu 2 x 24 jam untuk diperbaiki, “tandasnya.
Termasuk bagi kendaraan yang buku kirnya (buku uji) sudah mati dan dicabut, juga diberi waktu 2 x 24 jam untuk diperbaharui, dan selanjutnya kendaraannya boleh beroperasi kembali untuk melayani penunpang tentunya dengan standart kelayakan baik.
Semua itu dilakukannya dengan harapan agar tidak terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh faktor teknis, selain itu Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Jember juga akan melakukan pemantauan di jalan raya untuk melihat kepadatan dan volume arus lalu lintas. “Di Jalan apabila didapati kendaraan yang kurang layak jalan, langsung kita berhentikan untuk dicek perlengkapannya, “Tegasnya.
Selama ini sudah ada 2 bus yang ditemukan tanpa surat-surat yang lengkap dan sudah ditindak dengan ditilang, untuk itu, Hartono mengimbau kepada pemilik kendaraan umum untuk melakukan pengecekan secara rutin, baik secara teknis maupun administrasi termasuk pengecekan kondisi kendaraannya. “Cek administrasi berupa surat-surat kendaraannya, dan secara teknis kelengkapan keselamatan, termasuk paku pemukul kaca pemadam, tabung pemadam kebakaran dan sabuk pengaman, “ujarnya.
Namun kata, Hartono, sebagai Instansi yang bergerak dibidang Pelayanan Transportasi termasuk kendaraan merupakan salah satu sarana transportasi. kelayakan itu umpanya jalannya bagus, kendaraannya tidak bagus tidak laik jalan.maka ada 3 faktor jalan bagus operaturnya juga siap kendaraannya bagus ini yang dinamakan layak jalan.kedepan kita harus menambak peralatan yang lebih baik karena tehnologi kendaraan bermotor makin lama making maju sehingga peralatannya tidak bagus untuk mengimbagi perkembangan.
tehnologi pun kurang.kita sudah mempunyai suatu peralatan komputer hanya tinggal on line kita perlu suatu haiti dimana suatu ketika kita mengadakan operasi di jalan kita itu sudah tahu kondisi kendaraan secara visual atau nyata untuk deteksi sehingga angkutan ini bisa lancar aman tertib dan selamat. (*)
RADAR INVESTIGASI
Balai Kir Uji Semua Kendaraan Bermotor Jelang Lebaran
Polres Kerahkan Patroli Sepda Angin
Jember – Polres Jember khususnya unit Samapta mengerahkan puluhan anggotanya untuk berpatroli dengan sepeda angin (sepeda onthel: jawa) di sejumlah perumahan dan ruas jalan protokol.
Hal ini disampaikan Kasat Samapta Polres Jember, AKP Rodiq Sugiantoro, usai sidak di sejumlah ruas jalan di pusat keramaian kota. Menurutnya anggota bersepeda angin tersebut bakal memantau perumahan yang kebanyakan ditinggal penghuninya untuk mudik ke daerah asalnya.
“Ini sudah kami jalankan beberapa hari ini, petugas langsung mengingatkan pemilik kendaraan sepeda motor yang kebetulan berada di luar pagar di daerah perumahan yang sepi penghuni, supaya tidak mengundang kejahatan,” ujarnya.
Sehingga pemilik bisa langsung memasukkan kendaraannya. Selain itu juga memantau daerah yang selama ini dikenal rawan pencurian di perumahan. Petugas juga bekerjasama dengan aparat setempat seperti RT/RW atau kepala lingkungan yang kebanyakan orang asil daerah sekitar perumahan tersebut.
“Anggota kami juga menghimbau kepada penghuni yang hendak mudik untuk melengkapi rumahnya dengan kunci ekstra dan melaporkan atau menitipkan rumahnya ke tetangga yang tidak mudik atau aparat terdekat,” imbuhnya.
Menurut Rodiq, dengan menggunakan sepeda angin pihaknya bisa lebih leluasa melakukan patroli tanpa diketahui pencuri yang kebetulan beroperasi dan termasuk hemat biaya operasional. (RI-1)
Sepeda Motor Masuk Jember Capai 400 per jam
Jember - Lonjakan pemudik di Jember semakin kentara, menginjak hari raya Idul Fitri kurang dua hari ini sekitar 400 pengendara sepeda motor setiap jamnya memasuki perbatasan Jember dari arah Banyuwangi, masuk ke Garahan kecamatan Silo Jember.
Belum lagi dari arah Bondowoso, atau Lumajang, semakin dekat dengan hari H. Diprediksi akan semakin meningkat jumlah pemudik menggunakan sepeda motor yang melintas maupun datang ke Jember.
Padahal di hari biasa pengguna sepeda motor di ketiga perbatasan tersebut tidak mencapai angka ratusan per jamnya. “Kami menghimbau pemudik dengan menggunakan sepeda motor kalau terasa capek untuk istirahat ditempat yang telah disediakan seperti di Pos Pengamanan Lebaran tahun 2008, bahkan juga sudah disiapkan tukang pijat segala, sebab arus lalu lintas cukup padat menjelang hari raya tahun ini,” harap Kapolres Jember, AKBP Ibnu Isticha.
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas tersebut Ibnu menegaskan sudah menerjunkan kekuatan penuh di semua penjuru ruas jalan yang rawan macet maupun rawan kecelakaan.
“Kami akan bekerja keras demi memberi kenyamanan masyarakat yang melakukan mudik lebaran, kami terus berpatroli secara rutin, beberapa waktu lalu, kita juga sudah menambah rambu-rambu di beberapa titik yang rawan kecelakaan,” imbuhnya.
Khusus untuk daerah rawan laka di dekat pos pengamanan lebaran, pihaknya menyediakan sejumlah peralatan untuk melakukan evakuasi korban dan kendaraan yang mengalami kecelakaan. Seperti misalnya di kilometer 28-29 sepnajang jalan di Bangsalsari. (RI-1)
Truk Non Sembako Dilarang Jalan mulai H-5
Ket. Foto : Bupati Bersama Jajaran Muspida Sidak Pos pengamanan pastikan kenyamanan pengguna jalan.
Jember - Lebaran makin dekat, hal ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan aparat Kepolisian Resort Jember, Kodim 0824 Jember dan instansi terkait semakin intensif melakukan koordinasi dan langkah strategis mengatasi arus mudik dan arus balik. Seperti halnya dengan pembatasan operasional bagi kendaraan yang bermuatan Non Sembako.
Kendaraan semacam ini dilarang beroperasi mulai H-5 atau (26/9) pukul 00.00 WIB hingga H+5 (7/10) pukul 24.00 WIB.
“Ada pengecualian tentunya, untuk angkutan BBM/BBG, ternak, sembako, pupuk, susu murni dan barang antaran pos, boleh lewat, selain itu nggak boleh operasi dulu,”ungkap Ibnu Isticha, Kapolres Jember bersama Bupati Jember MZA Djalal dan Dandim 0824 Jember, Letkol Inf. Dedy Agus P usai melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) Pos Pengamanan Lebaran tahun 2008 di 4 (empat) pos.
Larangan tersebut menurut Kapolres karena adanya lonjakan pengguna jalan selama lebaran berlangsung. Sehingga dikhawatirkan semakin memenuhi ruas jalan yang digunakan bagi pemudik, dan dapat dipastikan bakal terjadi kemacetan.
“Apabila masih saja ditemui truk pengangkut non sembako dijalan, petugas akan langsung memberhentikan dan akan diperbolehkan melanjutkan perjalanan setelah arus lalu lintas dirasa sudah berkurang yaitu antara pukul 11 malam,” tuturnya.
Ibnu juga menegaskan bahwa laangan tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, yang diterbitkan pada 24 Agustus 2008, larangan itu berlaku mulai 27 September pukul 00.00. (RI-1)
Operasi Ketupat, Puluhan Sniper Diterjunkan
Jember – Guna mengantisipasi banyaknya aksi kejahatan menggunakan senjata, dengan aksi kekerasan, dan mengancam keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, dan Lebaran Idul Fitri 1429 H ini Kapolwil Besuki Kombes Drs. Sat Harunantio menerjunkan puluhan sniper (penembak jitu, Red) di sebar di beberapa daerah di wilayah eks Karesidenan Besuki.
Wilayah ini meliputi, Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Kabupaten Jember. Dalam mengamankan arus mudik Lebaran 1429 H saat ini 2/3 kekuatan Polri diterjunkan atau sekitar 760 personel. Jumlah ini belum ditambah dari unsur keamanan lain yakni TNI, Dishub, Dinas Kesehatan, dan OKP, Ormas.
Kombes Sad Harunantiyo, menegaskan bahwa langkah yang dilakukan tidak asal – asalan. Tapi serius dan tidak main – main dalam mengantisipasi kerawanan kriminalitas akhir – akhir ini. Sebab, aksi kriminalitas saat ini kian mengkhawatirkan. Baik dengan kekerasan dan dengan menggunakan senjata api.
Maka dari itu, di beberapa titik daerah di eks Karesidenan Besuki ini akan ditempatkan personel Sniper (Penembak Jitu, Red) dengan sistem floating wilayah.
Artinya daerah itu dianggap sangat berbahaya dan rawan kriminalitas. "Kita sudah siap tempatkan anggota kita baik anggota yang berseragam dan yang tidak berseragam, baik di jalur alternatif, atau jalur pantura . Yang jelas apapun akan kita antisipasi. Kita tidak boleh under estimate. Yang jelas dari awal kita harus antisipasi hal itu," tandasnya.
Agar para pemudik merasa aman di perjalanan dari kejahatan, Polwil sudah menempatkan puluhan sniper yang bersiaga di daerah rawan itu.
Kata Sad Harunantiyo, pihaknya sudah menurunkan anggota ke lapangan sejak dua minggu lalu. Operasi pengamanan ini diberi nama sandi Operasi Ketupat 2008
Polisi terlihat tak mau under estimate dalam menempatkan puluhan sniper di tempat rawan kejahatan itu. Bila para bomber bergerak, sniper langsung menarik pelatuk.
"Saya perintahkan tembak langsung di tempat bagi para pengacau. selain itu kami juga juga menyiagakan pasukan bermotor,” ujarnya.
Kapolwil di akhir pernyataannya meminta kepada warga masyarakat untuk tidak lengah dan selalu waspada saat mudik, dan merayakan Lebaran saat ini. Dan diminta segera melapor ke polisi jika mengetahui ada kejadian yang mencurigakan.
“Jangan segan-segan lapor polisi bila ada yang mencurigakan. Karena masyarakat yang mengetahui lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (RI-1)
925 Anggota Polri Siap Amankan Lebaran
Ket. Foto : KApolres BersamDandim 0824 Jember meninjau kesiapan pasukan untuk menggelar operasi ketupat 2008.
Jember - Jajaran Polres Jember, Selasa (23/9) menggelar Apel Pengamanan Operasi Ketupat 2008 sebagai bentuk pelayanan pengamanan masyarakat saat Lebaran. Sekitar 925 anggota dari jajaran kepolisian resort Jember telah disiagakan untuk operasi pengamanan tersebut.
Selain anggota Polri pada apel ini diikuti juga personel TNI, petugas pemadam kebakaran, Satpol PP dan Bakesbang Linmas Jember, anggota Orari dan Pramuka serta unsur Pam Swakarsa.
“Untuk pengamanan ini kami siapkan penuh personel pengamanan dengan dukungan sebanyak 1.225 personil terdiri dari 928 personil Polri, 120 personil TNI, 177 personil instansi terkait,” tegas Kapolres Jembe AKBP Ibnu Isticha.
Dalam sambutannya, Kapolres Jember yang membacakan sambutan Kapolri Sutanto, menegaskan bahwa gelar pasukan ini adalah sarana menyamakan persepsi dan tindakan bagi aparat dalam rangka pelayanan pengamanan menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1429 H tahun ini.
Menurutnya, pengamanan ini akan dilaksanakan secara terpadu di seluruh Indonesia dengan nama Operasi Kendali Kepolisian Pusat bersandi Operasi Ketupat 2008, selama 16 hari : H -7 dan H + 7.
"Tujuan kegiatan pengamanan itu untuk mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri
agar tidak ada gangguan, aman, tertib dan lancar," paparnya.
Operasi ketupat kali ini pada hakekatnya menitik beratkan pada operasi kemanusian dengan mengedepankan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat, termasuk pengamanan kegiatan masyarakat, aset-aset negara dan obyek-obyek vital lain, semisal tempat hiburan yang banyak dikunjungi oleh masyarakat.
"Pengamanan di tempat hiburan dan pusat perbelanjaan juga dilakukan tiap tahun sebagai upaya untuk meminimalisir kecelakaan dan kejahatan,” ujarnya.(RI-1)
37 Bus Angkutan Lebaran Tak Laik Jalan
Jember – Diperkirakan mencapai 37 Armada Bus yang beroperasi di wilayah Jember dinyatakan tidak layak jalan untuk angkutan Lebaran tahun ini.
Demikian temuan dari Tim Gabungan Badan Pengujian Kendaraan Bermotor Jember yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap semua kendaraan bus yang beroperasi di 3 Terminal Jember.
Sidak dan uji emisi ini dilakukan secara serentak di Terminal Tawangalun, Terminal Arjasa dan Terminal Pakusari.
Tim ini dengan alat canggih otomatis memeriksa kadar asap pembuangan dan kelaikan kinerja onderdil kendaraan, seperti setir, rem, dan lain sebagainya.
"Dari 149 bus yang beroperasi di Jember kami temukan 37 tidak layak jalan," ujar Kepala Uji Kelayakan Kendaraan Bermotor Jember, J. Suhartono, Senin (22/9) siang.
Suhartono menambahkan, ketiga puluh tujuh bus yang tidak layak jalan, tapi selama ini tetap beroperasi dan akan dioperasikan untuk Lebaran 2008.
Katanya semua berasal dari enam (6) Perusahaan Otobus (PO) yang ada di Jember. Secara rinci, kendaraan yang tidak laik jalan itu berasal dari PO Jember Indah 7 unit bus tidak layak jalan, PO Kenongo 6 unit bus, PO Kencono 5 unit bus, PO Borobudur 5 unit, PO Restu Agung 2 unit dan PO AKAS sebanyak 12 unit.
Menjelang lebaran tahun ini, Tim Gabungan Badan Pengujian Kendaraan Bermotor Jember (GBPKBJ), Sat Lantas Polres Jember dan Sub Denpom akan terus menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah angkutan umum di Terminal dan perbatasan kota.
Sasarannya terutama bus, dan mobil penumpang umum (MPU). 'Selain peralatan kendaraan, kami juga akan periksa kelengkapan izin, trayek. Ini demi keselamatan penumpang," bebernya.
Sejauh ini, bagi perusahaan otobus yang memiliki bus tidak layak jalan ini hanya diberi teguran keras untuk memperbaiki dalam tempo 2 X 24 jam.
"Jika setelah itu kami periksa dan tidak diperbaiki kami langsung kandangkan dan larang operasi,” ujarnya.
Selain itu, dia juga akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan UU 14/1999 tentang lalu Lintas dan Angkutan Jalan jika masih tetap membandel. (RI-1)
PT KAI Siapkan Gerbong Tambahan
Jember – Menghadapi arus mudik dan balik selama perayaan hari raya Idul Fitri mendatang PT. KAI Daops IX Jember, mulai mempersiapkan gerbong tambahan. Sejumlah gerbong tambahan tersebut disiapkan dan bisa digunakan mulai besok, Minggu (21/9) hingga tanggal 12 Oktober 2008 mendatang.
Namun meski PT KAI sudah memperisapkan gerbong tambahan, sejumlah tiket kelas eksekutif sudah habis terjual. Seperti misalnya tiket kereta api Mutiara Timur hingga keberangkatan tanggal 7 Oktober mendatang sudah habis terjual.
“Selain kereta itu, calon penumpang bisa memesan tiket di loket-loket yang ada di stasiun, karena kita sudah menambah gerbong-gerbong tambahan pada setiap kelasnya,” jelas Humas PT. KAI Daops IX Jember, Hariyanto.
Hariyanto mencontohkan pada jadwal tersebut mulai tanggal 21 September hingga 12 Oktober, kereta api Mutiara Timur siang dan malam (Surabaya - Banyuwangi) akan menarik tiga gerbong eksekutif, satu kereta makan, dan enam gerbong bisnis. Sedangkan untuk kereta api Cantik Ekspres (Jember - Surabaya) menarik satu gerbong eksekutif, satu kereta makan, dan empat gerbong bisnis.
Kereta lain yang juga mengalami penambahan gerbong ada kereta api Logawa (Jember - Purwokerto) bakal menarik 10 gerbong ekonomi dan satu kereta makan, kereta api Sritanjung (Banyuwangi - Jogjakarta) menarik tujuh gerbong ekonomi, satu kereta makan, dan satu kereta barang.
Sementara itu untuk kereta api lokal yang mepunyai rute tidak jauh seperti kereta api Tawangalun, Probowangi, Pandanwangi akan menarik empat gerbong ekonomi.
Di sisi lain Hariyanti juga menjelaskan khusus untuk tarif kereta api tidak bakal mengalami kenaikan tarif. "Karena sesuai instruksi presiden, tarif KA ekonomi tidak naik. Sedangkan KA bisnis dan eksekutif akan menggunakan tarif batas atas dan batas bawah," tuturnya. (RI-1)
Lintasan Rel Ilegal MArak, 97 Tak Berpenjaga
JEmber – PT KAI Daops IX Jember menghimbau kepada pemudik untuk berhati-hati melintasi kawasan perlintasan kereta api. Karena banyak perlintasan illegal yang tidak berijin, sehingga tidak berpenjaga.
Terbukti sesuai data yang ada di Daops IX Jember, dari 129 lintasan KA, ternyata masih ada 97 jalur yang dijadikan black spot atau area jalur tengkorak.
“Karena pada 97 lintasan tersebut masih belum ada ijin dan penjaganya, sehingga bagi warga luar kota yang kurang faham arus lalu lintas diharap berhati-hati melintas,” ujar Hariyanto HUmas KAI Daops IX Jember.
Sedangkan yang berpenjaga hanya ada 32 persimpangan saja. Sejumlah titik persimpangan yang rawan laka tersebut menurut Hariyanti ada yang paling rawan. Diantaranya persimpangan di desa Pecoro, Rambipuji, dan persimpangan Desa/Kecamatan Ledokombo.
"Paling rawan karena lalu lintas di daerah itu sangat tinggi terjadinya keelakaan," katanya.
Sebelum melintas pihaknya menghimbau kepada semua pengguna jalan untuk mewaspadai kondisi perlintasan. Dengan cara melihat kanan dan kiri jalan disepanjang perlintasan untuk mengetahui ada kereta lewat atau tidak.
Demikian halnya dengan perlintasan yang ada penjaganya, pengguna jalan juga harus bersabar menunggu kereta lewat terlebih dahulu. “Dan mengantri di jalur yang benar jika ada kereta lewat, jangan saling mendahului dan berjajar didepan pintu perlintasan semua, itu bias menyebabkan kecelakaan dan kemacetan,” imbuhnya. (RI-1)
Menjelang HAri Raya, Pemkab Diserbu “Wartawan dan LSM”
Jember – Memasuki pertengahan bulan ramadhan dan mendekati hari raya Idul Fitri, semua institusi atau unti kerja di jajaran Pemkab Jember mulai diserbu “wartawan dan LSM”. Pemandangan tersebut bias terlihat setiap hari di kantor-kantor unit kerja.
Bahkan jumlahnya meningkat tajam dari hari ke hari. Ironisnya dari oknum-oknum yang mengaku wartawan dan LSM tersebut kebanyakan bukan warga Jember. Pasalnya wajah-wajah oknum-oknum tersebut masih asing dimata wartawan dan LSM Jember.
Kebanyakan oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan dan LSM tersebut dating berombongan, dengan jumlah kisaran 8 sampai 20 orang, bahkan bias lebih dari itu. Modusnya, para oknum tadi mendatangi pejabat-pejabat yang dianggap mempunyai posisi basah, seperti Kepala Dinas, Kepala BAdan, Kepala BAgian, Pimpinan Proyek (Pimpro), bendahara proyek dan lainnya.
Ujung-ujungnya mereka meminta jatah sejumlah rupiah untuk THR. Pantauan beritajatim.com pemandangan tersebut juga terlihat pada hari KAmis ( 18/9/2008 ) di sejumlah unit kerja, seperti PErhutani dan sejumlah unit kerja.
Hal ini sangat meresahkan pejabat yang didatangi. Pasalnya para pejabat rata-rata tidak mengenal satu persatu oknum yang dating tersebut. Seperti disampaikan Kadispenda Pemkab Jember, Drs. H. Suprapto.
“MAsak hamper setiap hari ada yang dating rombongan 10, 15 orang masuk ruang kerja saya, padahal saya nggak ada yang kenal mereka itu siapa, tetapi sok kenal dengan saya,” sesalnya.
Dirinya mengaku kebingungan menghadapi rombongan seperti itu, sehingga sulit mengambil tindakan. “Mau diusir itu gimana, mau saya terima ya tidak ada yang kenal, ya terpaksa saya temui sebentar dan ujungnya yang minta itu (uang),” tuturnya.
Demikian juga disampaikan sejumlah pejabat di Pemkab, para pejabat mengaku kewalahan menghadapi hal tersebut. “Ini belum seberapa, kalau sudah dekat hari raya semakin banyak jumlahnya, pengalaman tahun lalu bias mencapai ratusan dan dating dari berbagai kota ,” ujar HUmas Infokom, Drs. Giat Tarigan.
Tarigan selaku Humas Pemkab Jember menyesalkan hal tersebut, apalagi selama ini pihaknya sudah mendapat himbauan dari organisasi wartawan dan redaksi masing-masing media untuk tidak menyediakan THR.
“Kalau setiap hari liputan di Pemkab mungkin kita tahu dan tidak keberatan, tetapi ini nggak ada yang kenal, dan yang memalukan kalau adabuka puasa dengan BUpati, semakin banyak yang dating,” sesalnya.
Sebelumnya Ketua Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Jember, Mahbub Djunaedi, sudah menegaskan dan berkirim surat kepada semua instansi di lingkungan Pemkab Jember untuk tidak menyediakan THR kepada wartawan. (RI-1)
Pemkab Mulai Gelar Pasar Murah
Jember – Menjelang hari raya Idul Fitri Oktober mendtang dan selama bulan Ramadhan ini, Pemkab Jember merencanakan bakal menggelar sejumalh pasar murah di beberapa daerah.
Diantaranya dimulai pada Selasa mendatang tanggal 16 hingga 25 September. ”Rencananya, pasar murah itu akan digelar terhitung mulai besok Selasa, 16 hingga 25 September di 10 titik kecamatan, terutama di desa-desa yang merupakan kantong-kantong kemiskinan,” jelas Kepala Kantor nfokom Pemkab Jember, H. Agus Slameto.
Sesuai jadwal yang ada menurut Agus diantaranya adalah pada tanggal 16-17 September pasar murah dilaksanakan di Kec. Rambipuji, Panti, Sukowono. Tanggal 18-19 September di Kec. Arjasa, Jelbuk. Selanjutnya tanggal 22-23 September di Kec. Silo, Mumbulsari, Mayang dan tanggal 24-25 September di Kec. Tempurejo, Jenggawah.
Pasar murah tersebut menurut Agus merupakan kegiatan rutin Pemkab Jember setiap bulan Ramadhan.
Menurutnya, tujuan digelarnya pasar murah ini adalah memberikan kesempatan khususnya masyarakat kurang mampu untuk dapat memenuhi kebutuhan barang-barang pokok dengan harga beli dibawah harga umum atau pasaran. Misalnya saja untuk kebutuhan gula, telur, kopi, beras, kue dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya.
”Oleh karena itu, kami mengumpulkan para produsen kebutuhan pokok agar menjual produknya di bawah harga standar,” ungkapnya.
Pelaksanaan pasar murah tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun ini pihaknya bersama Disperindag mencoba menggandeng juga PKL yang ada di pasar Tanjung. (RI-1)
Timbangan DLLAJ Jadi Tempat Istirahat
Jember – Tempat timbangan truk milik Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Jatim bakal dioperasikan sebagai tempat peristirahatan untuk pengguna jalan yang mudik dan balik selama 14 hari.
Hal ini disampaikan Kepala DLLAJ wilayah V Jatim, Wibisono kepada wartawan. Menurutnya semua tempat timbangan yang sehari-hari melayani timbangan truk angkutan barang. Pada H-7 hingga H+7 Idul Fitri atau lebaran bulan Oktober mendatang bakal dijadikan tempat peristirahatan.
Sehingga timbangan tersebut tidak lagi melayani atau menggunakan tempat tersebut sebagai timbangan. Karena pada 14 hari tersebut semua truk-truk pengangkut barang dilarang melintas.
“Begitu timbangan ditutup maka truk juga dilarang lewat selama 14 hari tersebut,” ujarnya. Untuk itu dimanfaatkan sebagai tempat istrirahat. Di Jember sendiri ada 1 timbangan yakni di dekat terminal Tawang alun. Sedangkan di wilayah Banyuwangi ada 2 lokasi di Kalibaru dan Watu Dodol.
Di Bondowoso dan Situbondo ada di sekitar wilayah Besuki. Dan semua tempat tersebut nantinya bakal dipersiapkan sejumlah layanan gratis seperti service ringan atau cek kondisi roda kendaraan.
Disamping itu juga disiapkan tempat MCK gratis dan tenda peristirahatan, bagi yang memanfaatkannya atau mengalami keletihan sepanjang perjalanan. “Hal ini penting untuk menekan angka kecelakaan karena sopir yang letih dan ngantuk,” imbuhnya. (RI-1)
