Jumlah Pemilih Berkurang, Kursi Bertambah

Jember – Jumlah daftar pemilih di Jember untuk Pemilu tahun 2009 mendatang ternyata berkurang. Jika pemilu tahun 2004 lalu jumlah pemilih mencapai 2.232.000 orang untuk tahun 2009 nanti jumlah pemilih hanya 2.216.499 orang.

Hal ini disampaikan salah satu anggota KPU Jember, Moh. Iksan, saat sosialisasi tahapan pemilu kepada 40 parpol baru dan lama yang ada di Jember pada Sabtu (24/5/2008), di aula KPU Jember jalan Kalimantan. Menurut Iksan data yang diserahkan oleh Bapenduk beberapa waktu lalu menunjukkan angka tersebut, jika dibandingkan dengan data lama maka ada penurunan angka pemilih.

Sementara itu menurut Iksan, untuk jumlah kursi di DPRD Jember pada Pemilu 2009 mendatang akan bertambah, menjadi 50 kursi. Padahal saat ini hanya 45 kursi saja. Karena sesuai dengan UU nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD disebutkan penambahan jumlah kursi tersebut.

“Dalam pasal 26 ayat 2 point g, disebutkan bahwa bagi kabupaten atau kota dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa maka memperoleh alokasi 50 kursi,” ujarnya. Terkait dengan penambahan jumlah kursi tersebut hingga saat ini KPU Jember belum mengetahui apakah daerah pemilihan juga bertambah.

Karena menurut Iksan hingga saat ini KPU Jember belum menerima informasi atau petunjuk dari KPU Pusat akan penambahan jumlah daerah pemilihan (DP) tersebut. Kalau masih bertahan seperti yang lalu maka ada 6 DP di Jember. (RI-1)

Selengkapnya...

KPU Minta Parpol Mulai Persiapkan Diri

Jember – Makin dekatnya pelaksanaan Pemilu Legislatif, membuat KPU Jember mulai melaksanakan sejumlah sosialisasi. Hari ini Sabtu, (24/5/2008), KPU mengumpulkan pengurus 40 parpol lama dan baru yang ada di Jember. KPU meminta semua parpol yang ada di Jember untuk mempersiapkan diri memasuki tahapan-tahapan Pemilu.

Salah satu anggota KPU, Moh. Iksan, menegaskan bahwa tahapan penyelenggaraan Pemilu sudah berjalan. “Kalau parpol tidak mempersiapkan diri mulai saat ini, maka dikhawatirkan akan kelabakan, karena sesuai dengan UU maupun keputusan KPU Pusat saat ini tahapan penyelenggaraan sudah berjalan,” ujarnya.

Apalagi mulai bulan Juli mendatang, parpol sudah harus mempersiapkan calon anggota legislatifnya. Dan untuk tahapan penyelenggaraan pemilu saat ini berbeda dengan tahun 2004 lalu. Termasuk lamanya pelaksanaan kampanye meraih massa pendukung.

“Contohnya untuk pelaksanaan kampanye saja berbeda jauh, kalau sekarang ini sudah boleh kampanye mulai bulan Juli mendatang, dengan sejumlah peraturan yang ada, apa itu lewat media massa atau yang lain,” imbuh DR. Abdul Halik Subahar, pengamat politik Jember menimpali sambutan Iksan.

Dalam acara sosialisasi tersebut KPU membagikan 4 paket buku undang-undang yang terkait langsung dengan parpol dan pelaksanaan pemilu 2009. (RI-1)

Selengkapnya...

Polres Jember Sebar Anggotanya di Semua SPBU

Jember - Polres Jember mulai jumat sore (23/5/2008), menugaskan anggotanya untuk menjaga semua SPBU yang ada di Jember. Hal ini dinyatakan oleh Kabag Ops. Polres Jemeber, Kompol Teduh TSW. Menurut Teduh, semua anggota Polsek yang didaerahnya ada SPBU diwajibkan menugaskan sejumlah anggotanya di SPBU-SPBU.

"Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya ketegangan antar pembeli BBM, karena biasanya waktu menunggu antrian panjang menjelang [pengumuman kenaikan harga BBM, terjadi selisih paham antar pembeli yang sudah tidak sabar dan capek menunggu," ujarnya.

Polres Menurut Teduh, tidak mematok berapa jumlah anggota polisi yang ditugaskan mengawasi situasi di setiap SPBU. Yang terpenting menurutnya situasi bisa terjaga dan kondusif. "Jangan sampai tidak ada penanganan atau pencegahan dari anggota polisi terdekat, karena saat sepeti ini emosi massa mudah tersulut," imbuhnya.

Kesigapan aparat kepolisian tersebut disambut baik oleh salah satu pemilik SPBU di Jember, yang juga memiliki sejumlah SPBU di Surabaya. Diantaranya SUpratigto, menurutnya pemilik SPBU sanagt berterimakasih atas kesediaan kepolisian melakukan pengawasan dan pencegahan tersebut.

"Karena memang tidak bisa dipungkiri, pada saat antrian panjang menunggu pelayanan pembelian BBM, rawan terjadi selisih faham antar pembeli, ini jangan samapi terjadi," ujarnya. Namun pihak pemilik SPBU juga berharap pada masyarakat untuk bersabar, karena pihaknya akan terus melayani pemebeli asal masih ada stocknya.

"Kalau kebetulan habis karena sudah terbeli oleh ribuan pembeli pada siang tadi ya harap bersabar, tetapi kalau masih ada terus kita layani, tidak ada kata penimbunan, semua stock yang ada kita jual," imbuhnya. (RI-1)

Selengkapnya...

Tanpa Penyakit Produktivitas Meningkat

(Infokom) Jember,
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember bekerjasama dengan berbagai sponsor seperti pengusaha dan distributor produk medik menyelenggarakan seminar dengan mengangkat tema berupa Problema Pada Punggung suatu Pendekatan Komprehensif Penanganan HNP dan Canal Stenosis yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Seminar yang menjadi bagian dari usaha memberdayakan kesehatan masyarakat ini diharapkan memberikan sumbangan nyata bagi perbaikan derajat kesehatan. "Paradigma sehat bukan paradigma sakit yang harus mulai dimasyarakatkan, "kata Bupati Jember MZA Djalal ketika membuka Seminar tersebut, hari Jum’at (23/5) kemarin di Panorama Meeting Hall, Hotel Panorama Jember Jl. K.H. Agus Salim 28 Jember.

Dikatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati dan bila telah mengetahui bahwa nyeri pinggang akan datang, maka akan lebih dini mengantisipasinya dengan pencegahan terhadap terjadinya nyeri pingang, “ujar Bupati Djalal kepada peserta seminar dari berbagai daerah.

“Seminar dan workshop tentang Problema Pada Punggung Pendekatan Komprehensif Penanganan HNP dan Canal Stenosis kali ini akan banyak memberikan manfaat bagi para penderita tulang punggung yang semakin hari semakin banyak, “harapnya.

“Pemerintah Kabupaten Jember sesuai dengan prioritas pembangunan lebih mengutamakan menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, sehat sebelum sakit untuk mencapai visi Indonesia Sehat 2010, “lanjut Djalal.

Dijelaskan bahwa diera otonomi daerah ini, masing-masing wilayah selalu ingin maju dan lebih maju lagi, termasuk dibidang kesehatan. “Pemerintah Kabupaten Jember bersama dengan masyarakat yang jumlahnya 2,2 juta penduduk ingin meningkatkan Human Development Indeks (HDI), karena 3 tahun yang lalu Jember menempati urutan 33 dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, “jelasnya.

Untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, saat ini semua Puskesmas di Kabupaten Jember telah membebaskan biaya berobat kepada warganya tidak melihat kaya ataupun miskin, tentunya bagi mereka yang menjalani rawat jalan. “Akibat dari itu, menyebabkan masyarakat tidak berobat ke dukun maupun alternatif, tetapi mereka betul-betul memanfaatkan untuk berobat ke Puskesmas terdekat, “jelasnya.

Sampai saat ini berkat kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat, di RSUD dr. Soebandi telah dilengkapi dengan peralatan canggih untuk membantu pasien yang menderita penyakit tulang punggung. “Bahkan saking pentingnya tulang punggung, maka kejayaan dan kesejahteraan keluarga bergantung kepada tulang punggung keluarganya, “ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Seminar dan Workshop, dr. Suparimbo Soepadi, Sp.OT mengemukakan bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada panitia dan peserta utamanya yang berasal dari luar Kabupaten Jember untuk sudi hadir dan mengikuti seminar pada hari ini, karena dinilai seminar seperti ini sangat banyak manfaatnya, baik dalam segi ilmu pengetahuan maupun bagi kesehatannya.

Sedangkan jumlah peserta diperkirakan sebanyak 300 orang ditambah dengan keluarga masing-masing. Mereka berasal dari kota-kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jabar, Banten, DKI, Sumatra, Riau, Kalimantan, Sulawesi, Makassar, “Namun yang terbanyak berasal dari Kabupaten Jember dan sekitarnya, “paparnya.

Bahkan pembicaranya berasal dari berbagai keahlian yang ada sangkut pautnya dengan penyakit tulang punggung. Kegiatan ini diselenggarakan atas petunjuk IDI Cabang Jember, ISS (Indonesian Spine Sociaty) dan didukung Telkom Sell, JTV, Radar Jember dan media lokal. “Dan utamanya sponsor dari perusahaan farmasi dan distributor alat-alat medik yang sharing dengan kegiatan ini dalam bentuk presentasi produk, “paparnya.

Disisi lain bahwa semangat dari seminar kali ini adalah adanya Bulan Berkunjung ke Jember yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, dimana setiap orang yang berkunjung ke Jember baik itu urusan bisnis seperti mencari tembakau dan karet. “Dengan begitu orang berduyun-duyun yang datang ke Jember juga dalam rangka untuk berobat, daripada berobat jauh-jauh, “harapnya.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Tulang Belakang Indonesia (Pertubesi), dr. Jupri Sasanto, Sp.OT mengatakan salah satu agendanya adalah bagaimana meningkatkan partisipasi semua anggotanya dalam beberapa pertemuan atau seminar yang diselenggarakan. Ternyata semua anggota cabang Pertubesi Jember sangat mendukungnya dan mengikuti seminar pada hari ini. “Semoga apa yang akan didiskusikan menjadi asupan dalam mendukung penanganan kasus bedah tulang belakang dikota Jember khususnya dan Indonesia pada umumnya, “harapnya.(H-2)

Selengkapnya...

KEMAJUAN SEKOLAH DITENTUKAN KEPALA SEKOLAH


(Infokom) Jember,
Untuk menghadap tantangan yang semakin berat, Kepala Sekolah harus bekerja keras dengan niat yang ikhlas yang dibarengi dengan kemauan serta kemampuan disamping membina kerja sama yang baik dengan semua elemen masyarakat, tegas Achmad Sudiyono, SH, MSi beberapa hari lalu di kantornya ketika seusai melantik Kepala Sekolah mulai dari SD, SMP, SMK dan SMA termasuk 9 pengawas di Kabupaten Jember.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Jember pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa, pelantikan ini adalah sesuatu yang wajar dan harus diterima dengan lapang dada. Karena hal ini merupakan konsekwensi logis yang harus dilakukan untuk memperbesar suatu organisasi pendidikan di Kabupaten Jember.

Khusus kepada kepala sekolah yang baru saja di lantik, agar dapat mengemban tugasnya dengan baik. “Jabatan ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Untuk itu, laksanakanlah amanah tersebut dengan sebaik-baiknya,” harap Achmad sudiyono dihadapan Kepala Sekolah yang baru dilantik.

Acara tersebut dihadiri Asisten III Pemkab Jember Gatot Harsono, Kepala BKD Jember, Drs. Sugiarto, Kepala Bagian Umum, Drs. Widi P, dan pejabat struktural dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Lebih jauh dikemukakan bahwa maju mundurnya suatu sekolah sangat tergantung dengan kepemimpinan kepala sekolahnya. Kepala sekolah ibarat nahkoda yang mengendalikan, berprestasi atau tidak atau sekolah tersebut akan hancur. Makanya jadi harus siap untuk memikul tugas berat karena akan menghadapi berbagai tantangan dan tanggungjawab.

Pelantikan Kepala Sekolah ini untuk melakukan perbaikan, penyegaran kepemimpinan dan peningkatan kualitas melalui mutasi-mutasi dan promosi. Tanpa mutasi dan promosi kapan kita akan maju, juga sebagai bentuk penghargaan kepada kepala sekolah yang berprestasi, katanya Kepada kepala sekolah yang dimutasi itu Achmad, mengharapkan supaya dapat meneyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah baru dan melakukan koordinasi dengan komite sekolah, para guru dan para orang tua siswa dan masyarakat, dalam menyikapi berbagai isu-isu tentang pendidikan.

Kepala Sekolah jangan sampai kerja sendirian tanpa melakukan koordinasi baik secara internal maupun dengan dinas yang terkait karena tugas berat ini tidak bisa kita selesaikan sendirian, harus melibatkan semua elemen masyarakat . "Bina kerja sama yang baik dengan komite sekolah, tanamkan rasa kekeluargaan, kebersamaan dengan majelis guru sebagai ujung tombak dalam memacu mutu pendidikan", ingat Achmad.

Dikatakan, seorang pemimpin itu jika dia berada di depan, mampu menjadi contoh dan tauladan. Jika dia berada di tengah, dia dapat memberikan motivasi yang tinggi dan jika berada dibelakang dia dapat memberikan dorongan yang kuat. Falsafah ini sulit untuk diterapkan jika guru dan pemimpin pada sekolah-sekolah hanya berfungsi mengisi kecerdasan intelektual saja, tanpa mempedulikan pendidikan dibidang keagamaan untuk mengisi dada siswa dengan keimanan dan ketakwaan. (H-2)

Selengkapnya...

BBJ 2008 AKAN DIKEMAS LEBIH BAIK LAGI

(Infokom) Jember,
Diiringi musik hadrah yang menyambut kedatangan Bupati Jember MZA Djalal beserta Ibu Sri Wahyuni Djalal istrinya dan rombongan Muspida Jember turun dari busnya di lapangan Desa Yosorati Kecamatan Sumberbaru langsung menuju ke tempat Acara Dialoq Solutif Bedah Potensi Desa.

Ditempat ini, Bupati Djalal sudah ditunggu ribuan orang dari berbagai kalangan yang akan melakukan Dialoq dengan Bupati dan acara dialoq ini sengaja dibuat tidak formal, karena mereka yang hadir semuannya duduk lesehan.

Sebuah hidangan dari hasil bumi desa setempat telah disiapkan sebagai makanan ringan, tak ada kursi atau meja, seluruh lantai yang terpasang dari sirap (papan) digelari karpet merah untuk lesehan. Begitulah, suasana dialoq atau tatap muka Bupati Jember dengan masyarakat di Kecamatan Sumberbaru, Kamis (22/5) kemarin. Bupati Jember MZA Djalal didampingi unsur Muspida, Kepala dinas/badan/kantor, kabag dan instansi sektoral yang ada di Jember. juga duduk lesehan.

Disisi lain warga masyarakat khususnya Desa Yosorati Kecamatan Sumberbaru juga berduyun-duyun memadati lapangan desa yang ingin melihat Bupati Jember pilihan rakyat lewat acara yang dikemas dengan Dialoq Solutif Bedah potensi Desa yang diselenggarakan oleh Pemkab Jember, Kantor Infokom dan RRI Jember.

Sebelum acara dialoq berlangsung Bupati Jember MZA Djalal mengatakan bahwa suasana
Bulan Berkunjung Ke Jember tahun 2007 kemarin sangat luar biasa, ditambah dengan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan BBJ tersebut. Hal itu ditandai dengan antusiasnya masyarakat mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan untuk mengisi event-event yang ada. “Karena terlihat begitu masuk Jember sudah disambut dengan dikibarkannya bendera merah putih dimana-mana selama satu bulan penuh yang itu tidak didapatkan di Kabupaten dan kota diseluruh Indonesia, “ungkap Bupati Jember MA Djalal seraya ingin mempromosikan BBJ kepada masyarakat luas.

Lebih lanjut dikemukakan masyarakat di Kecamatan Sumberbaru menyadari sekali bahwa pada bulan Agustus merupakan bulan yang penuh dengan sejarah, mereka ingin memperingati kepahlawanan, apalagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember juga menginformasikan dan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jember untuk berpartisipasi aktif dalam Bulan Berkunjung Ke Jember dan mudah-mudahan pada Agustus 2008 mendatang, pelaksanaan BBJ akan lebih meningkat lagi. “Seluruh masyarakat Jember dan khususnya rakyat yang ada di Kecamatan Sumberbaru juga bisa berpartisipasi, “harapnya.

Sebelumnya Bupati Djalal ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat Mengapa kita perlu mengadakan Bulan Berkunjung Ke Jember (BBJ), menurut Bupati Djalal, karena lewat BBJ ini kita ingin membuat performent dan wajah Jember ini lebih baik. “Sehingga masyarakat diluar Kabupaten ini memandang Jember lebih baik dengan masyarakatnya yang suka guyon, seneng mesem dan tidak pemarah yang pada akhirnya mereka datang dengan begitu kemakmuran akan datang dengan sendirinya, “jelasnya.

Dan untuk membuktikan BBJ ini, makanya kita akan selenggarakan berbagai kegiatan yang aneh dan bermanfaat yang belum dilaksanakan oleh daerah lain, tetapi dengan biaya yang tidak terlalu banyak.

Adapun konsep BBJ mempunyai 3 dimensi (tujuan) diantaranya yang pertama dimensi historis (sejarah), agar anak cucu kita yang makin lama akibat pengaruh globalisasi sudah tidak memahami akan arti pentingnya perjuangan kemerdekaan tahun 1945.

Sedangkan tujuan selanjutnya yang tidak kalah pentingnya berupa prestasi yang didalamnya akan diselenggarakan berbagai kegiatan, seni budaya olahraga maupun ilmu pengetahuan dan teknologi agar akan lahir prestasi-prestasi dunia di Kabupaten Jember dan tujuan yang terakhir untuk menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat Kabupaten Jember. “Semoga semua yang dilaksanakan pada tahun 2007 dan akan dilanjutkan pada tahun 2008 ini akan lebih meningkat dan masyarakat makin banyak rejekinya, “paparnya.

Disisi lain program pembangunan juga tetap terus ditingkatkan, karena melihat kondisi sarana prasarana jalan sebagai akses perekonomian masyarakat di Kecamatan Sumberbaru, rupanya Bupati Djalal sangat tahu persis harapan dari masyarakatnya, yang itu semua belum dapat dilaksanakan oleh Pemerintah, namun demikian masyarakat jangan merasa khawatir, karena Bupati Djalal ingin mewujudkan seluruh jalan di Kecamatan Sumberbaru ini akan diaspal. “Namun masyarakat harus bersabar, karena saya malu dengan Kabupaten tetangga Lumajang dan Probolinggo yang itu berbatasan dengan wilayah Jember, “janjinya.

Sementara itu Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol. Inf. Dedy Agus Purwanto yang mendampingi Bupati Djalal dalam acara ini merasa bangga melihat suasana yang begitu akrab, dimana pemerintah Kabupaten Jember mewujudkan suatu kebersamaan yang sangat kuat dan kebersamaan ini harus selalu dipelihara. “Karena melalui kebersamaan ini tentunya konsep pembangunan di Kabupaten Jember yang sudah kita canangkan akan lebih maju dan meningkat., “katanya.

Kecamatan Sumberbaru yang memiliki 10 desa, tentunya masing-masing desa memiliki potensi yang sangat besar dan jelas potensi ini harus terus digali dan diwujudkan melalui suatu kegiatan kebersamaan dan silaturahmi. “Jelas dengan adanya silaturahmi ini dapat meningkatkan ketahanan dan keamanan wilayah akan terwujud, kami dari jajaran TNI-Polri tanpa adanya bantuan dari seluruh warga masyarakat kitapun tidak akan bisa bekerja, “terang Dedy yang baru bertugas di Jember ini.

Namun demikian dari jajaran TNI-Polri akan berupaya membantu warga semaksimal mungkin, kalau ada kekurangan dan kelemahan mari selalu kita komunikasi bersama. “Komunikasi bersama, kita cari jalan keluar mana yang terbaik karena itulah wujud kebersamaan kita, “lanjutnya. (H-2)

Selengkapnya...

Banyak Aksi Borong, Pembelian BBM Mulai Dibatasi

JEmber – Maraknya aksi borong BBM di hamper seluruh SPBU di Jember, membuat aparat menghimbau pemilik SPBU untuk melakukan pembatasan pembelian BBM. Informasi ini juga dibenarkan oleh salah satu pemilik SPBU di Jember, Supratigto, Jumat (23/5/2008).

Untuk pembelian bensin yang dilakukan oleh sepeda motor di hamper semua SPBU di Jember dibatasi maksimal Rp. 15.000,-. Dan untuk mobil pribadi maka dibatasi maksimal Rp. 75.000,- serta angkutan umum dibatasi Rp. 100.000,-. “Pembatasan ini dimaksudkan untuk mengurangi aksi borong yang dilakukan oleh masyarakat yang mempunyai tujuan ditimbun untuk dijual pada saat harga BBM sudah dinyatakan naik oleh pemerintah,” jelasnya.

Menurut petugas SPBU miliknya, aksi borong saat ini sudah tidak menggunakan jerigen lagi. Karena dapat dipastikan akan dilarang keras jika menggunakan jerigen. “Yang terjadi sekarang ini, orang-orang menggunakan mobil, yang diiisi full tank, yang setelah diisi disedot dirumahnya dan kembali lagi membeli bensin full tank lagi di SPBU berbeda,” ungkapnya.

Ada yang lebih menarik lagi di Jember akhir-akhir ini, yakni maraknya penyewaan sepeda motor ber-CC besar seperti Suzuki Thunder, Tiger dan lainnya. Sepda motor tersebut disewa oleh penjual bensin eceran untuk membeli BBM di SPBU. “Kalau sepeda besar kaya itu tangkinya khan isi 15 liter, jadi penjual itu menyewa untuk kulakan, sepeda motor diisi full tank, lalu disedot persis seperti cara untuk mobil tadi itu,” imbuhnya.

Sehingga untuk mengatasi hal ini diambil kebiujakan untuk membatasi pembelian seperti yang tercantum dalam pengumuman di hamper semua SPBU di Jember saat ini. (RI-1)

Selengkapnya...

Pemkab Mulai Sosialisasikan Konversi Mitan ke Gas

Jember – Pemkab Jember mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk bersiap-siap menyongsong program konversi minyak tanah (Mitan) ke Gas. Hal ini dinyatakan oleh Kepala Kantor Infokom Pemkab Jember, Drs. H. Agus Slameto, usai menerima surat edaran dari Departemen Komunikasi dan Informatika, Jumat (23/5/2008).

“Kami telah terima surat edaran dari menteri Komunikasi dan Informatika nomor 158/5j.8/Kominfo/5/2008, tentang sosialisasi penghematan subsidi BBM melalui konversi minyak tanah ke gas,” tuturnya. Menurutnya untuk mensukseskan program tersebut Infokom akan menyebarkan stiker berukuran besar seperti poster ke kecamatan-kecamatan.

Karena stiker tersebut sudah diberi oleh Depkominfo, sehingga langsung disebarkan ke 31 kecamatan yanga ada di Jember. “Selain melalui stiker, kami juga akan melakukan sosialisasi melalui acara rutin penayangan film di desa-desa,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu warga yang juga tokoh masyarakat desa Mangaran kecamatan Ajung, Tohandi, menegaskan bahwa Jember belum layak menjalankan program konversi tersebut. Karena hingga saat ini saja harga gas sama dengan harga minyak tanah, selalu tidak stabil dan naik.

Apalagi tidak jarang, stock gas langka. Sehingga pada saat langka tersebutlah, harga gas juga merangkak naik dan diatas eceran tertinggi. (RI-1)

Selengkapnya...

Eksepsi Mamaq-Mahmud Ditolak, Pengacara kecewa

Jember - Tim pengacara dua terdakwa perkara korupsi DPRD Jember kecewa dengan majelis hakim. Ini gara-gara mereka tidak diberi kesempatan untuk menanyakan permohonan penangguhan penahanan, dalam sidang di Pengadilan Negeri Jember, Kamis (22/5/2008) pagi.

Kekecewaan ini dilontarkan salah satu pengacara Jani Takarianto, seusai sidang. "Tadi hakim langsung menutup persidangan," katanya.

Begitu usai membacakan putusan sela, majelis hakim yang diketuai Aminal Umam memang langsung mengetuk palu, menutup persidangan. Hakim tidak memberi kesempatan kepada jaksa dan pengacara untuk menyampaikan sesuatu. Hakim hanya menyatakan sidang akan dimulai kembali Kamis pekan depan.

Permohonan penangguhan penahanan sudah diajukan jauh-jauh hari. Bahkan, dengan mengikutsertakan jaminan dari sejumlah pihak. Namun hingga saat ini pengacara terdakwa merasa belum memperoleh kepastian.

Terkait putusan sela hakim yang menolak eksepsi terdakwa, ketua tim pengacara Achmad Kholili menyatakan akan mengajukan banding. "Ini hak terdakwa. Semua undang-undang yang dijadikan dasar eksepsi tidak dicabut. Apa perlu penafsiran lagi? Mari kita uji apa benar penafsiran majelis hakim beralasan," katanya.

Yanto, salah satu hakim yang ditunjuk sebagai juru bicara majelis, mempersilakan kepada terdakwa untuk melakukan banding. "Nanti akan dikirim bersama berkas pokok perkara," katanya.

Mengenai penangguhan penahanan, majelis hakim tidak harus menjawab setiap kali sidang. "Kalau mau menangguhkan, baru kita buat penetapan karena terkait dengan lembaga lain, seperti Lembaga Pemusyawaratan dan Kejaksaan," kata Yanto.

Yanto menegaskan, bahwa sampai saat ini dua terdakwa belum mendapat penangguhan penahanan. "Kalau menolak apa harus menjawab? Kalau tidak mengabulkan kan tidak perlu menjawab. Tapi saya tidak bilang ditolak," katanya.

Menurut Yanto, peluang untuk mendapat penangguhan penahanan masih terbuka, sepanjang palu putusan akhir belum diketuk. Majelis hakim menahan terdakwa dengan berbagai pertimbangan.[RI-1]

Selengkapnya...

Pendukung Mamaq-Mahmud Istighosah

Jember - Ratusan massa pendukung dua pimpinan DPRD Jember, Madini Faruq dan Machmud Sardjujono saat ini berduyun-duyun mendatangani Pengadilan Negeri Jember dengan melakukan istigosah di depan ruang sidang.

Hal ini dilakukan menjelang sidang pembacaan putusan sela, atas perkasa korupsi anggaran DPRD Jember sebesar 1,1 miliar dengan terdakwa Madini Faruq dan Machmud Sardjujono.

Dalam istigosahnya, para pendukung ini duduk bersila didepan ruang sidang hingga sampai keluar halaman.

Sekitar pukul 09.20 WIB, saat Madini Faruq dan Machmud Sardjujono datang ke pengadilan, bacaan semakin keras disertai suara takbir. Ketika itu, Mahmud langsung disambut anaknya, Eni Sucipto.

Sementara itu Madini Faroq juga merndapat pengawalan ketat front liner ketika hendak menuju ruang tunggu terdakwa untuk menanati sidang.

Hingga berita ini diturunkan, sidang baru dimulai. Para ratusan massa pendukung dua pimpinan DPRD Jember ini sedang menanti putusan sela dari Majelis Hakim yang dipimpin oleh Aminal Umam, apakah akan memenangkan dua terdakwa dalam putusan sela atau jaksa.

Perlu diketahui, seharusnya putusan sela tersebut dilakukan pekan lalu. Namun, lantaran saat itu Madini tidak hadir dalam persidangan akibat sakit, maka ditunda hingga kini.[RI-1]

Selengkapnya...

Kotak Surat

Nama
E-mail
Pesan