Dispendik Menunggu Proses Hukum

Jember – Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember naga-naganya belum bersikap tegas atas tertangkapnya salah satu oknum KS (Kepala Sekolah) SD Negeri di gumukmas, Heri Susetya Prihandana yang diduga kuat sebagai pelaku utama dalam sindikat pemalsuan BPKB dan STNK palsu.

Kabid TK/ SD, Drs. Jumari, yang dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu proses hukum yang bersangkutan. Karena hingga saat ini Dispendik belum mendapat informasi pasti akan penangkapan Heri.

“kami dengar baru dari koran dan radio saja, nanti kalau sudah ada informasi pasti dan akurat atau resmi dari Polres maka kami baru bisa melangkah,” ujarnya Sabtu (1/11).

Kehati-hatian Jumari tersebut nampaknya cukup berasalan, apalagi proses hukum untuk ehri masih berjalan dan belum sempat menjalani proses persidangan. Namun demikian menurutnya, pihak Dispendik bakal melakukan pembahasan atas kasus tersebut.

“tunggu saja, kami bakal membahasanya dengan pimpinan, mungkin minggu depan sudah ada jawaban, sambil melihat proses hukumnya seperti apa,” imbuhnya.

Namun di sisi lain Jumari menyesalkan jika memang ada oknum KS seperti Heri, karena bagaimanapun juga tindakan seperti itu cukup mencoreng dunia pendidikan. Apalagi seorang Kepala Sekolah.

Dimana KS tersebut mempunyai tugas membina guru-guru yang mendidikan putra-putri generasi penerus bangsa. (RI-1)

Selengkapnya...

Menulis BPKB, Oknum KS Jadi Tersangka Utama

Jember – oknum Kepala Sekolah (KS) salah satu SD Negeri di Gumukmas, Heri Susetya Prihandana, akhirnya ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama karena diduga kuat sebagai pelaku utama dalam sindikat pemalsuan BPKB dan STNK, yang beberapa hari lalu terungkap.

Menurut Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Kholilurahman, dugaan tersebut menguat ketika sejumlah tersangka lainnya sudah memberikan keterangan dengan benar. Meski Heri hanya kebagian menulis isi dari BPKB dan STNK, namun tergolong pelaku utama.

“Heri itu pendidikannya tinggi, tidak mungkin tidak tahu akibat dari penulisannya tersebut, meski dalam penyidikan Heri selalu mengatakan tidak tahu soal itu dan hanya dimintai tolong menulis dan diberi komisi saja,” jelasnya.

Apalagi penyidik sudah berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi lain yang menguatkan keterlibatan Heri dalam sindikat pemalsuan ini. Sehingga tersangka Heri saat ini dinyatakan sebagai pelaku utama karena terbukti tahu persis dengan modus kejahatan yang dilakukan Hartoyo cs.

Dengan kondisi seperti itu, Heri pun masuk dalam pelaku utama dan dijerat dengan pasal 378 KUHP. Sedangkan untuk yang lain, lima di antaranya dijerat dengan pasal 55, 56 KUHP yakni ikut serta dalam kejahatan.

Lima orang itu, Eman, Sutris Guntarto, Fendi, Imam Sugianto, dan Faizal Hadi Bahtiar. (RI-1)

Selengkapnya...

Atribut Cagub Masih Memenuhi Ruas Jalan Desa

Jember – Memasuki massa atau hari tenang menjelang pelaksanaan Pilgub pada 4 Nopember mendatang, hingga sore ini, Sabtu (1/11) masih banyak terlihat atribut kampanye pasangan dua cagub dengan nomor 1 dan 5.

Kebanyakan atribut kampanye tersebut masih memenuhi ruas jalan di kecamatan dan desa. Atribut yang hingga saat ini masih belum dilepas oleh tim sukses maupun petugas dari KPU, PPK dan Sat Pol PP adalah berupa stiker dan gambar yang menempel di dinding-dinding serta tiang-tiang di pinggir jalan.

Selain itu juga masih nampak ada beberapa poster-poster tersebut dari bahan vinyl yang menempel di pohon-pohon.

Sementara di ruas jalan kota, relatif mulai bersih dari atribut kampanye kedua pasangan cagub. Meski disana-sini juga masih bisa terlihat beberapa poster atau stiker yang menempel.

Kasat Pol PP Pemkab Jember, Sunyoto, menyatakan bahwa pembersihan atribut kampanye kedua pasangan cagub tidak bisa dilakukan secara bersih benar, karena keterbatasan tenaga.

“Apalagi yang berupa stiker atau poster yang ditempel dengan lim, tidak mudah untuk melepasnya,” ujarnya.

Sunyoto mengaku bakal mengevaluasi kegiatan stafnya tersebut. “Jika memang masih ada yang berupa poster atau spanduk dan lainnya yang terpasang di tengah jalan yang dipasang menggunakan tali atau bambu, maka bakal segera diturunkan,” imbuhnya.

Pihaknya juga minta pada tim sukses untuk turut membantu menurunkan atau membersihkan atribut tersebut. (RI-1)

Selengkapnya...

TMMD Selesaikan Jalan Tembus 1,8 km



Jember - Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke – 81 yang difokuskan di Kecamatan Arjasa yakni di Desa Darsono dan Kemuning Lor telah usai. Dan hingga penutupan acara tersebut salah satu kegiatan TMMD yang berhasil diselesaikan yakni jalan tembus yang menghubungkan antara dua desa sepanjang 1,8 Km.

Dua desa tersebut adalah Darsono dan Kemuning Lor. Sebelumnya warga dari Desa Darsono yang ingin menuju Kemuning Lor atau sebaliknya harus berputar sepanjang 7 Km. Setelah kegiatan TMMD ini selesai warga cukup melintasi jalan tembus sejauh 1,8 km saja.

Dandim 0824 Jember, Letkol. Inf. Dedy Agus Purwanto ditemui di desa Kemuning Lor pasca penutupan TMMD, mengatakan adanya jalan tembus itu tidak akan dapat diwujudkan tanpa peranserta masyarakat setempat.

“Jalan ini dapat dibangun berkat kerjasama antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.

Adanya beberapa kegiatan fisik yang telah dilaksanakan TNI dan hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semisal, program rehab rumah, musholla, sekolah, pembuatan sarana Mandi-Cuci, Poskamling, saluran irigasi dan jembatan.

“Tentu saja saya berharap kemanunggalan TNI dengan masyarakat semakin erat, apapun bentuknya guna mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Yang tak kalah pentingnya adalah pembangunan wawasan kebangsaan yang telah diberikan kepada masyarakat melalui penyuluhan dan cerdas-cermat. Hasil penyuluhan itu diharapkan dapat terus ditumbuhkan ke dalam jiwa, khususnya kepada masyarakat yang telah mengikutinya.

“Materi penyuluhan hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar apa yang telah kami lakukan tidak hanya sekedar materi saja,” sergahnya. (RI-1)

Selengkapnya...

Database Nelayan Layak Dibenahi



Jember - Belum optiimalnya pemberdayaan nelayan melalui program-program pemerintah membuat Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir gusar dan minta kepada Pemda serta BPS untuk membenahi database yang ada.

Hal itu disampaikan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Suharyanto, mewakili Dirjen Kelautan, saat berkunjung ke Kabupaten Jember, Kamis (30/10). Meski dirinya mengakui untuk Jember program yang ada sudah berhasil dengan bagus.

Namun secara keseluruhan diwilayah pesisir Indonesia masih banyak yang belum merasakan program pemeritah secara nyata.

Kedatangan Suharyanto yang diterima langsung oleh Asisten II – Ekonomi Pembangunan, Drs. Edy B. Susilo, M.Si sekaligus juga meresmikan Kedai Pesisir dan Unit Pelayanan LKM (Lembaga Keuangan Mikro) di Kecamatan Puger Jember.

”Ke depan kemungkinan tidak akan kita jumpai lagi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP),“ ujar Suharyanto. Karena itu pihaknya akan benar-benar menyeleksi daerah-daerah yang paling layak mendapat bantuan sehingga program perikanan dan kelautan selaras dengan PNPM Mandiri.

Terkait itu, Dirjen KP3K meminta tiap-tiap daerah menyerahkan database nelayan secara benar. Dengan database yang kuat dan akurat, maka akan memudahkan pemerintah pusat menggulirkan dana bantuan bagi para nelayan.

Edy B Susilo mengakui saat ini para nelayan di Jember perlu didata seksama. Dengan adanya pendataan itu diharapkan seluruh nelayan dapat menerima bantuan program pemberdayaan.

Edy menjelaskan potensi perikanan dan kelautan Jember sangat menjanjikan, terutama bagi peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir. Tapi faktanya, dengan luas perairan laut yang dimiliki Jember mencapai 54.400 km² dan panjang pantai 170 km² masih belum mampu mengangkat nasib nelayan. (RI-1)

Selengkapnya...

Nordin Ditemukan Membusuk

Jember - Nordin yang satu ini bukan Nordin M Top, buron kelas wahid Densus 88 anti teror. Tapi, dia adalah lelaki berusia 53 tahun warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Dia ditemukan sudah tewas dalam kondisi membusuk.

Mayatnya langsung dievakuasi petugas ke RSUD dr Soebandi untuk dilakukan otopsi. Dia ditemukan tewas oleh warga yang saat itu akan berangkat mancing.

Tubuh yang dikenali sebagai Nordin itu dalam kondisi tidak bernyawa dan masih mengapung di pinggir Sungai Sanenrejo daerah Tangki Nol Kecamatan Silo.

Diduga kuat Nordin menjadi korban pembunuhan. Sebab di kedua kakinya terdapat bekas luka sayatan benda tajam.

Sedang berdasarkan pengakuan tetangga korban, Kusen, Nordin adalah lelaki pendiam. Tapi belum lama ini mengalami stres berat karena dianggap kerasukan setan.

"Sekitar tiga bulan lalu Nordin sempat stres. Tapi dia sembuh pada sebulan puasa kemarin. Tapi setelah itu kumat lagi dan sering keluar rumah tanpa pamit," kata Kusen.

Dia juga mengatakan, saat itu keluarga korban bertemu terakhir dengan Nordin sekitar 5 hari lalu. Nordin tidak pamit keluarga dan ternyata pergi ke perbukitan yang berjarak sekitar 3 kilometer dari rumahnya.

Akhirnya dari laporan warga itu, Nordin ditemukan warga dan langsung dilaporkan ke Polsek Silo. Kanit Buser Wilayah Timur Aiptu Wayan Sari mengatakan, lokasi kejadian dengan rumah korban sangat jauh. Hingga penyelidikan berlanjut. Dugaan sementara dia dibunuh.

"Kita masih selidiki apa karena jatuh atau korban pembunuhan, hasil otpisi dari rumah sakit juga akan kita telisik," kata Aipdu Wayan Sari. (RI-1)

Selengkapnya...

KPU Akhirnya Coret 8 Caleg

Jember - Dalam pengumuman DCT (Daftar Calon Tetap) hari ini, Kamis (30/10), KPU Jember resmi mencoret 8 nama caleg yang sebelumnya sudah masuk dalam DCS. Sebelumnya pada pengumuman DCS ada sebanyak 762 orang caleg, untuk DCt kali ini berkurang 8 nama.

Caleg yang dicoret diantaranya dari PPDI dan PDIP. Selain disoret KPU ada sebagian juga mengundurkan diri dari pencalonan mereka. Yang mengundurkan diri diantaranya dari Partai Golkar, Demokrat, PMB dan PKNU, masing-masing satu orang.

Ketua KPU Jember, Sudarisman, usai penandatangan resmi DCT oleh Ketua DPC Partai Politik se Kabupaten Jember menjelaskan bahwa dari nama yang dicoret itu dua orang karena mendapat surat resmi catatan kriminal dari Pengadilan Negeri, yakni Abd Kadar, dan Kasmino dari PDIP.

Sementara itu satu nama lagi dicoret karena alasan tidak mendapat ijasah legalisir dari Departemen Agama.

“Dalam penandatanganan DCT kali ini, tinggal partai Demokrat dan Partai Bintang Reformasi yang tidak hadir dan menandatangani surat ketetapan DCT,” ujarnya.

Namun demikian menurut Sudarisman secara umum, dirinya menilai tahapan pengumuman DCT berupa penandanganan oleh Ketua DPC Parpol peserta Pemilu berjalan lancar, dan tidak ada penolakan. (RI-1)

Selengkapnya...

Penetapan DCT Nyaris Kisruh

Jember – Penetapan calon anggota legislatif periode 2009 – 2013 nyaris diwarnai aksi unjuk rasa massa pendukung caleg yang dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT). Massa itu diidentifikasi dari Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) yang dikomandoi oleh Eddy Black, Sekretaris Cabang.

Pada kerumunan massa yang nyaris membuat kerusuhan di kanto KPU Jember tersebut juga terlihat caleg yang dicoret, Abdul Kadar.

Tapi, hingga penandatangan oleh Ketua Partai yang ikut pemilu 2009 ancaman unjuk rasa dengan kekerasan itu tidak terbukti. Massa yang semula berkerumun akhirnya terlihat pulang dengan menumpang beberapa kendaraan van sejenis Panther.

“Kita akan buat perhitungan, dengan KPUD, “ ancam Eddy Black, sambil meninggalkan tempat, Kamis sore (30/10).

Saat ditemui di Kantor KPU, Abdul Kadar, caleg PPDI yang dicoret, mengaku masih memberi toleransi KPU dengan membiarkan proses pengumuman DCt berjalan lancar. Namun, selanjutnya dirinya akan terus “menggugat” KPUD karena telah bertindak menghilangkan hak seorang warga negara untuk dipilih dalam Pemilu 2009.

“Kenapa dicoret, wong secara administrasi kita sudah lengkap. Dan bahkan telah diumumkan di Daftar Calon Sementara (DCS). Sehingga itu artinya kita sudah tidak ada masalah,” ujar Abd Kadar.

Sekadar diketahui, Abd Kadar sebelum mencalonkan diri menjadi caleg PPDI ini adalah aktifis LSM Misi Persada. Dia dalam aktifitasnya bersengketa dengan pengusaha pengelola Obyek Wisata Watu Ulo, Uriyanto. Hingga saat itu muncul kasus hukum.

Abd Kadar, dituduh tertangkap tangan melakukan pemerasan dan telah divonis dengan pidana penjara. Dan pasal yangdijeratkan kepada terpidana Kadar saat itu melebihi 5 tahun penjara, meski vonisnya hanya beberapa bulan saja.

Sementara itu Ketua Kpu Jember, Sudarisman, menegaskan bahwa dalam undang-undang Pemilu sudah tegas mengatur caleg tidak boleh menyandang status mantan narapidana dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara. (RI-1)

Selengkapnya...

Bantuan Kompor dan Tabung Gas, Banyak Yang Rusak

Jember – Penerima bantuan kompor dan tabung gas di beberapa kelurahan di kecamatan kota banyak mengeluh akan rusaknya perelngkapan kompor dan tabung tersebut. Yang sering diketahui rusak biasanya ada opada selang dan sambungan regulator.

Slang yang tergolong lemas dan klem atau sambungan di tabung serta regulator yang longgar membuat warga was-was. Warga peenrima bantuan memilih tidak memakai kompor tersebut daripada meledak.

Pantauan RI dilapangan, banyak warga yang memilih menjual kompor dan tabungnya atau hanya sekedar menyimpannya di dapur karena takut memakai.

Seperti disampaikan Dulawi, warga Tegalbatu, Patrang, menurutnya banyak tetangganya hingga saat ini tidak bisa menggunakan kompor bantuan tersebut. “Apalagi selangnya lemas dan kelihatan tipis, terus sambungannya longgar itu kami khawatir kalau meledak,” ujarnya.

Sehingga sampai saat ini sama sekali tidak digunakan. Dan menurutnya warga yang belum menggunakan jumlahnya mencapai ratusan di sekitar kelurahananya.

Ketakutan serupa juga dialami warga Patrang Tengah lainnya, Tumiati, mengaku hingga sekarang juga belum berani memfungsikan kompor bantuan pertamina tersebut.

Apalagi selama menerima bantuan dirinya mengaku tidak pernah diberi penjelasan akan penggunaan kompor tersebut. “Saya masih pake kompor minyak tanah saja, daripada pake itu meledak nanti, khan nggak bisa masang selangnya,” keluhnya.

Keluhan warga sendiri tidak mendapat tanggapan yang serius dari pihak kelurahan atau petugas pembagi dilapangan. Yang terlihat justru petugas dan aparat kelurahan atau RT/RW setempat sibuk membagi kompor kepada sejumlah orang yang tidak jarang kurang membutuhkan.

Hal ini bisa dilihat di perumahan-perumahan, penerima bantuan ternyata sudah tergolong kalangan mampu dan dirumahnya sudah terdapat kompor gas dengan tabung besarnya.

Namun tetap saja menerima bantuan kompor dan tabung gas 3 kg dari pertamina. (RI-1)

Selengkapnya...

Gelar Silaturahmi, Bupati Djalal Minta Dukungan DPRD



Jember – Dengan cara menggelar acara bertajuk silaturahmi dan Halal bi halal di aula PB Sudirman Jember, Selasa (28/10) malam, Bupati Jember MZA Djalal, memohon kepada segenap anggota DPRD Jember untuk mendukung dirinya dalam melaksanakan pembangunan.

Meski Djalal enggan berkomentar apakah selama ini DPRD Jember tidak mendukungnya, namun secara eksplisit dirinya menegaskan bahwa pembangunan di Jember perlu mendapat dukungan dari dewan.

“Untuk mensukseskan program dan kebijakan yang telah kami laksanakan, maka kami minta dewan mendukungnya, ini juga untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jember bukan untuk kami pribadi,” tuturnya.

Menurut sejumlah pejabat teras Pemkab Jember, permohonan Djalal tersebut terkait dengan seringnya muncul kritik keras dan penolakan dari masyarakat serta anggota dewan atas sejumlah kebijaksanaan dan program Pemkab Jember.

Seperti halnya yang sampai saat ini masih menimbulkan polemic, PJU Rp. 85 miliar, pengalihan status pengelolaan sejumlah asset Pemkab kepada swasta dan lainnya.

Djlala menandaskan sejumlah kebijakan dan program pembangunan yang diutamakan Pemkab dan wajib didukung diantaranya di sektor kesehatan, pendidikan, pertanian dan pembangunan infrastruktur. (RI-1)

Selengkapnya...

Kotak Surat

Nama
E-mail
Pesan