Jember – Polres Jember besok hari Rabu (23/7/2008) mengaku bakal mempersiapkan 800 personilnmya untuk mengamankan pelaksanaan Pilgub Jatim di wilayah Jember. Hal ini ditegaskan oleh Kapolres Jember, AKBP Ibnu Isticho, Selasa siang (22/7/2008).
Pihaknya siap mengamankan Pilgub di Jember, bahkan untuk memback up 800 personil tersebut, Polre Jember juga mendatangkan bantuan dari Polwil Besuki. “Dan ada 100 personil lagi yang stanbay di Mapolres menunggu kontak dari lapangan sewaktu-waktu,” tuturnya.
Sehingga total pasukan yang bakal disiapkan Polres pada hari H besok yakni 9 kompi atau 900 personil. Sementara itu terkait dengan pelaksanaaan Pilgub, Pemkab Jember, juga membentuk 3 tim pemantau.
“Satu tim dipimpin oleh bapak Bupati, kedua bapak Wabup dan yang lainnya dipimpin bapak Sekda,” ujar Kepala KAntor Infokom Pemkab Jember, Agus Slameto.
Bupati Jember MZA Djalal sendiri sebelum melakukan pantauan di lapangan dengan rute yang sudah ditentukan, bakal menyalurkan hak pilihnya terlebih dahulu di TPS 24 kepatihan.
“Setelah dari TPS 24 baru menuju pendapa Wahyawibawagraha untuk bertemu tim yang lain terus menuju kelokasi pemantau masing-masing,” imbuh Agus. (RI-1)
RADAR INVESTIGASI
Polres Siapkan 800 Personil Amankan Pilgub
H-1 DPT Masih Amburadul
Jember – Menginjak H-1 pelaksanaan Pilgub Jatim, di Jember masih ditemui data Daftar pemilih Tetap (DPT) yang amburadul. Hal ini ditegaskan anggota PAnwas, Abdul Muis, untuk itu pihaknya mendesak KPU menuntaskan pekerjaan rumah tersebut.
PAnwas hingga sore ini, Selasa (22/7/2008) masih menerima banyak laporan terkait dengan hal tersebut. Bahkan saking amburadulnya, menurut Muis, tokoh sepuh NU, KH Muchit Muzadi juga sempat tidak mendapatkan kartu Pemilih. “Baru setelah kami Bantu uruskan, kemudian dapat, lha kalau kyai sepuh seperti beliau saja tidak dapat gimana orang lain,” ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Ketua PPS Jatisari Jenggawah, Sutiyono. Menurutnya banyak nama pemilih yang ganda dan terdaftar di beberapa TPS. “Bukan hanya itu saja, ada yang sudah mati puluhan tahun lalu masih terdaftar,” ungkapnya.
Belum lagi salah alamat dan salah pencantuman kelamin. Sehingga hingga sore ini pihaknya bersama tim masih belum menyalurkan surat panggilan atau kartu pemilih seratus persen.
Sementara itu Ketua KPU Jember, Sudarisman SS, menegaskan hingga malam ini pukul 19.00 wib pihaknya bersama PPK masih melayani kompalin dari masyarakat yang hingga sore ini belum terdaftar dalam DPT.
Namun jika hingga pukul 19.00 wib belum mengajukan komplain ke PPK atau PPS, maka KPU tidak bisa mengakomodir suara pemilih yang berangkutan. “Ya dengan terpaksa mereka tidak mempunyai hak pilih, kalau tidak masuk dalam DPT maupun DPT tambahan,” tegasnya. (RI-1)
Herwan Jadi Hewan Kuasa Hukum Protes
Jember – Kuasa hokum terdakwa Herwan Agus Darmanto, yang diduga terlibat dalam korupsi Kasda Pemkab Jember era Bupati Samsul Hadi Siswoyo melakukan protes kepada majelis hakim. Holiq Halid SH, kuasa hokum Herwan mengatakan seharusnya JPU dan Hakim melakukan revisi nama satu minggu sebelum siding.
“Masak hingga siding dimulai nama klien kami masih tetap salah, Herwan ditulis Hewan, itu nggak benar, seharusnya sesuai KUHAP sudah direvisi seminggu sebelum siding,” tegasnya usai siding pertamanya siang tadi, Senin (21/7/2008).
Kesalahan tersebut menurut Holiq, tidak perlu terjadi jika JPU serius mengerjakan dakwaannya dengan benar. Namun protes tersebut ditanggapi dingin oleh anggota JPU, Basyar Rifai SH. Menurutnya kuasa hokum boleh protes namun dipersilahkan memasukkan dalam nota eksepsi saja.
“Silahkan saja, tetapi kalau tidak setuju atau ada yang perlu disampaikan maka dimasukkan ke nota eksepsi,” ujarnya.
Pada siding pertamanya, Herwan didakwa telah melakukan dugaan korupsi secara bersama-sama dengan BUpati Jember Samsul HAdi Siswoyo MSi. Menurut JPU Herwan telah mencairkan dana Rp. 1,1 miliar tanpa melalui prosedur yang benar.
“Herwan mencairkan dana sebanyak itu tanpa SKO, SPM dan prosedur yang benar,” jelasnya. (RI-1)
Ribuan Pemilih Belum Terima Kartu Panggilan
Jember – Hingga H-2 malam ini (21/7/2008) ternyata di Jember masih ada ribuan pemilih yang belum mendapatkan kartu pemilih. “Jangankan kartu pemilih, kartu panggilan saja juga belum diterima,” tutur Rahman, salah satu warga Patrang.
Keluhan serupa ternyata juga dialami oleh ribuan warga lain di se-kabupaten Jember. Hal ini dibenarkan oleh KEtua KPU Jember, Sudarisman SS. Menurutnya masih banyak laporan yang masuk bahwa ternyata petugas dari PPS dan PPK akan membagikan kartu panggilan atau kartu pemilih malam ini dan bahkan ada yang besok selasa, sehari sebelum coblosan.
“Banyak laporan yang masuk, sampai malam ini katanya masih ada yang baru akan menyampaikan ke warga, bahkan ada yang besok, jadi kami mohon warga bersabar,” ujarnya.
Sudarisman menjelaskan jika memang pada hari H Pilgub Rabu mendatang tetap ada yang belum menerima surat panggilan, maka pemilih boleh menggunakan kartu identitasnya untuk masuk ke TPS.
“Aslakan betul sudah terdata di Daftar Pemilih tetap (DPT) maka pada hari H bias menggunakan kartu identitasnya saja untuk masuk ke TPS,” jelasnya.
Karena kalau dihitung hingga malam ini masih ada ribuan orang yang mengadu belum menerima kartu panggilan. Jadi sesuai dengan surat KPU Propinsi, maka identitas diri seperti KTP boleh digunakan untuk masuk ke TPS. (RI-1)
Pol Airud PeringatkanNelayan Puger
Jember – Pol Airud Puger mengingatkan kepada semua nelayan Puger untuk berhati-hati saat melaut. Pasalnya ombak tinggi dan angin kencang bakal terus menerjang pantai selatan khususnya Puger hingga 3 hari kedepan.
Hal ini disampaikan oleh Brigpol Agus Supriyanto usai ke lokasi tenggelamnya perahu nelayan Senin dini hari tadi (21/7/2008). Menurut Agus, kondisi cuaca yang tidak bersahabat yang mengakibatkan dua perahu nelayan Puger tadi pagi tersebut masih terus melanda Puger hingga 3 hari mendatang.
“Kondisi ini terus terjadi jadi nelayan harus lebih berhati-hati,” ujarnya. Sehari ini saja menurut Agus sudah ada dua perahu nelayan yang tergulung ombak dan terbalik serta pecah.
Satu pada pukul 03.00 wib dini hari tadi dan satu lagi pada pukul 09.00 wib pagi tadi juga. Menurut Agus pada kejadian yang pagi ada korban hilang 1 orang, meninggal 1 orang dan selamat 3 orang.
Sementara pada pukul 09.00 wib tidak ada korban meninggal. 3 orang yang terjebak dalam gulungan ombak semuanya berhasil menyelamatkan diri. “Pokoknya semua nelayan harus waspada, karena tanpa diduga bias ada ombak besar dating, untung yang 3 orang tadi pagi itu selamat semua,” imbuh Agus.
Sementara untuk korban hilang masih dilakukan pencarian dengan sejumlah tim SAR. Namun dugaan kuat korban hilang sudah tidak bias diselamatkan karena kondisi perahu dan ombak yang demikian besarnya. (RI-1)
Alat Peraga Cagub MAsih Bertebaran
Jember – Memasuki hari tenang menjelang coblosan cagub pada tanggal 23 Juli mendatang, ternyata hingga sore ini, Senin (21/7/2008) masih banyak atribut atau alat peraga cagub yang bertebaran di jalan-jalan protocol Jember.
Hal ini ditegaskan anggota PAnwas Jember, Abdul Muis. Sehingga pihaknya bersama tim Sat Pol PP bakal melakukan sejumlah penertiban di jalan-jalan protocol kabupaten dan kecamatan, untuk mengamankan atribut cagub yang masih bertebaran.
“Nanti malam kami akan kerjasama dengan Pol PP menetibakan atribut-atribut cagub,” tegasnya. Menurut Muis, hingga saat ini masih banyak tim sukses yang tidak mau menertibkan atribut calonnya.
Dan ini merupakan pelanggaran berat yang bakal menjadi catatan serta masukkan PAnwas ke KPU. “Dan yang paling banyak hingga saat ini adalah pasangan Karsa, Kaji serta SR, ini catatan kami dan menjadi masukan ke KPU nantinya,” ungkap Muis.
Karena menurut Muis, seharusnya tim sukses sudah menertibkan semua stribut tersebut sebelum memasuki massa tenang. Namun ternyata banyak tim sukses yang melanggarnya dan diduga itu dilakukan dengans sengaja. (RI-1)
Bangku Kosong SMA 1 Jenggawah Dijual
Jember - Puluhan wali murid yang tidak lulus seleksi penerimaan siswa baru SMA Negeri I Jenggawah mengeluh. Pasalnya wali murid tersebut diminta membayar uang Rp. 3 juta rupiah untuk diterima di sekolah tersebut.
Informasi yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan jumlah siswa baru yang mendaftar ke SMA Negeri I Jenggawah sekitar 141 siswa. Sedangkan pagu yang ditentukan sebanyak 200 siswa.
Sehingga masih ada bangku kosong 59. sehingga informasi yang berhasil dimpun menyebutkan bahwa masing-masing bangku kosong tersebut dijual Rp. 3 juta. “Dengan dana 3 juta maka kami wali murid yang kemarin anak kami tidak lulus, bias memasukkan anak kami disana,” ujar salah satu wali murid yang tidak mau disebut identitasnya.
Pungutan yang memberatkand engan metode jual beli bangku kosong tersebut banak dikeluhkan wali murid karena kondisi perekonomian sedang tidak menntu. Bahkan salah satu wali murid menjual sepeda motornya untuk menyekolahkan anaknya.
Terkait dengan hal tersebut Ketua KOmite SMAN I Jenggawah, Sugihartono SH, menyangkal kalau ada pembebanan kepada wali muird seperti itu. Karena menurutnya pihak komite bersama dengan sekolah sudah menyepakati untuk tidak memberatkan wali murid.
“Nggak ada pemaksaan semua rata 3 juta gitu, bahkan tiap wali murid berbeda dan bervariasi dari Rp. 200 ribu hingga 3 juta, kalau yang mampu ya mencapai 3 juta,” jelasnya. (RI-1)
Pemkab Dinilai Ingkar Janji
Soal Demo Gumumas
Jember - Pemkab Jember dinilai ingkar janji terkait sah tidaknya pelantikan Kades Gumukmas, Bambang Winarko beberapa waktu lalu. Diberitakan sebelumnya pakar hukum yang dihadirkan pemkab Jember di komisi A DPRD Jember Totok Sudaryanto menilai pelantikan Bambang Winarko cacat hukum karena masih berlangsung proses hukum Mahkamah Agung.
Menurut anggota komisi A DPRD Jember, Sucipto, Pemkab berjanji akan mengklarifikasi pelantikan Kades Gumukmas 3 hari setelah pertemuan dengan komisi A berlangsung. Namun hingga lima hari ini, Pemkab belum memberikan penjelasan apapun, terkait keabsahan pelantikan Kades Gumukmas.
Jika hingga Senin pekan depan (21/7/2008) Pemkab belum juga memberika keterangan resminya atau berusaha melakukan klarifikasi. Maka menurut Sucipto, Pemkab mengulangi kesalahannya beberapa kali.
“Warga Gumukmas itu sudah tidak percaya pada Pemkab karena dibuihongi beberapa kali, kok sekarang kembali tidak menepati janji,” sesalnya.
Dengan begini masyarakat Gumukmas semakin tidak peercaya kepada kebijakan dan janji-janji Pemkab Jember. Seperti yang disampaikan salah satu calon Kades yang kalah, Hj. A. Lutfiah.
“Berapa kali sudah Pemkab melanggar janji-janjinya dan melanggar suratnya sendiri, ini pemerintahan primitive atau apa, semua kebijakan tumpang tindih nggak karuan, yang digunakan hokum rimba,” ketus Lutfiah.
Dirinya tidak habis piker dengan langkah Pemkab yang menggunakan cara-cara non hokum. “Kalau warga suruh menghormati hokum dan berjalan direlnya sesuai peraturan yang ada, kok ini Pemkab sendiri uang melanggar,” imbuhnya.
Jika memang Pemkab tidak bersedia melakukan klarifikasi maka pihaknya mengancam bakal menggelar aksi demo lagi yang lebih besar dengan dukungan semua warga Gumukmas. (RI-1)
Giri Wana Rally Nasional Meriahkan BBJ
Jember - Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) tahun 2008 ini digelar kali keduanya, tiap bulan Agustus sebulan penuh. Kali ini, Perhutani KPH Iember ikut ambil bagian.
Dipilihlah kegiatan bersifat pendidikan tentang alam, mengenal alam, teori dasar SAR, dan pelestarian alam serta survival di alam. Sekaligus memperingati HUT RI ke 63 di Jember Giri Wana Relly Nasional digelar tanggal 1 & 2 Agustus 2008 di Kawasan Hutan Lindung Garahan-Silo Jember.
Menurut panitia, kerja bareng antaran Perhutani dengan Pemkab Jember. Hal ini untuk memberi ajang bagi para pemuda dan pelajar karena selama 2 hari berada di hutan dengan berbagai jenis permainan dan teori dasar pelestarian alam dan SAR.
“Karena dengan Giri Wana Rally Nasional ini, kita mengajak pemuda dan pelajar serta mahasiswa agar lewat jelajah hutan di Jember mereka mengenal alam kita ini,” ungkap Administratur Perhutani KPH Jember, Ir Taufik Setiadi, MBA, MP.
Menurutnya, dengan menumbuhkan kecintaan pelajar dan pemuda akan alam bisa melalui kegiatan jelajah alam dan hutan dengan tujuan lain agar pembinaan pelestarian alam semakin mantap di Jember.
Dari situ peserta diharapkan tumbuh kesadaran melestarikan alam terlebih bercermin kepada musibah longsor Januari 2006 lalu.
“Kita sekaligus memelopori bahaya hutan gundul, perambahan hutan, illegal loging, penggundulan hutan, dan kebakaran hutan,” beber Taufik.
Masing – masing peserta baik didampingi orangtua atau tidak setidaknya akan muncul jiwa kesadaran pelestarian alam bukan teori tapi aksi secara langsung bersentuhan dengan alam.
Kegiatan ini memperebutkan Trophy bergilir dari Menteri Negara BUMN dan Bupati Jember. “Juga ada trophy dari Dirut Perhutani dengan total hadiah jutaan rupiah bagi peserta,” ujarnya.
Panitia hanya memungut dengan pendaftaran Rp 75 ribu tiap regu (4 orang) dan akan diberi fasilitas makan-snack, stiker, doorprize, t-shirt, ID Card serta piagam dari Bupati Jember.
“Diperkirakan peserta mencapai ribuan orang. Hal ini karena sosialisasi dibantu lewat media cetak dan elektronik serta koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jember,” bebernya.
Dalam lomba itu akan dipertandingkan aksi pelestarian alam, aplikasi teknik survival dasar/SAR, dan pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM). “Peserta juga diwajibkan menanam pohon/tanaman, pembuatan herbarium, pengukuran tinggi/volume kayu, interprestasi flora/tanaman, P3K dan dasar SAR,” beber Administratur, lulusan UGM ini. (RI-1)
Selamatkan Hutan, Perhutani Janji Datangkan Menteri
Jember - Diam – diam Perum Perhutani KPH Jember lagi bekerja keras mempersiapkan moment kegiatan besar Wana Rally Wisata dalam menyambut Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2008, serta tak kalah penting adalah kegiatan Workshop Nasional bertema “Penyelamatan Hutan Dengan Membangun Ekonomi Kerakyatan” pada tanggal 8 Agustus 2008 di Aula Fakultas Ekonomi Unej.
Menurut rencana sebagai pembicaranya adalah Meneg BUMN, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Dirjen Industri, Kimia & Hasil Hutan, Direktur Utama Perhutani, Bupati Jember dan Rektor Unej dengan kapasitas 300 undangan.
“Workshop ini setaraf Nasional. Maka pembicara dalam materi penyelamatan dengan membangun ekonomi masyarakat pedesaan adalah para pengambil kebijakan,” beber Ir Taufik Setiadi, MBA, MP penanggungjawab Panitia Waorkshop yang juga Adm Perhutani.
Selain itu, sejumlah peserta dari kalangan Direktur PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, Direktur Rajawali Nusantara Utama, Direktur Petro Kimia Gresik, dan Dirut RRI juga akan diprioritaskan diundang.
“Selain Muspida Jember serta pimpinan perusahaan Perkebunan se Jember kita hadirkan,” gagasnya.
Harapan besarnya melalui Workshop ini muncul komitmen dari semua pihak bisa melakukan langkah penyelamatan hutan di Jember.
“Karena penanganan hutan di Jember sangat berbeda dengan daerah lain, untuk itu perlu kesamaan langkah dari semua pihak,” tegasnya.
Workshop ini akan terselenggara berkat kerjasama akademisi dari Himaseta Fakultas Pertanian Universitas Jember, dan Perhutani.
“Ada praktek illegal logging, penyelundupan kayu, terjadinya kebakaran hutan, konflik kawasan, perambahan hutan, tumpang tindah secara nasional. Inilah keprihatinan sekaligus materi yang akan kita gagas,” ujar Taufik.
Persoalan hutan di Jember menurut Adm Perhutani ini hampir sama dengan daerah lain. Yang membedakan hanya perilaku masyarakatnya.
“Dalam workshop juga kita undang tokoh ulama dan tokoh masyarakat,” tegasnya. Karena dengan begitu diharapkan peserta dari warga, dan tokoh ini akan muncul rasa kecintaan kepada hutan.
Sehingga diharapkan muncul kecintaan akan hutan, lalu muncul kesadaran melestarikan hutan. Acara itu akan difasilitasi oleh presenter kondang media elektronik dari Jakarta di lokasi Kampus Fakultas Ekonomi Unej Jl Jawa pukul 19.00. (RI-1)
