Budaya Premanisme Terus Mengiringi Proses Lelang Proyek

Jember – Budaya premanisme ternyata memang sedang berkembang dengan baik di lingkungan Pemkab Jember. Terbukti di hampir setiap ada proses lelang proyek di Jember selalu diwarnai dengan pengamanan yang dilakukan oleh oknum-oknum preman maupun oknum penegak hukum yang memback up unit kerja pelaksana lelang.

Setelah di Kantor Pengairan, Dinas Pendidikan, Dinas Perindag, hari ini, Selasa (2/6/2008), giliran DPU Jember menggelar proses lelang dengan agenda penawaran. Tida jauh beda dengan unti kerja sebelumnya, di DPU Jember selama proses lelang berlangsung juga diwarnai dengan kedatangan oknum-oknum preman dan oknum penegak hukum yang berjaga-jaga melindungi panitia lelang.

Hal ini disesalkan Ketua LSM Ganas, Sugihartono SH, menurutnya kalau memang dalam pelaksanaan lelang disetiap unit kerja tersebut tidak ada masalah kenapa harus selalu diwarnai dengan aksi seperti itu. “Tranparan saja, setiap pembagian proyek dengan lelang, dilakukan fight, sehingga nantinya kualitas proyek juga akan bagus, kalau ada pengkondisian seperti ini pasti ada apa-apa, kalau sudah gitu maka kualitas proyeknya jelek,” tegasnya.

Dengan sistem seperti yang saat ini sedang dikembangkan, maka tidak akan banyak rekanan yang memberanikan diri melakukan protes hasil lelang atau proses lelang ketika ada ketidakadilan. Karena ada pengamanan yang cukup ketat dari oknum-oknum yang terlihat sangar tersebut. “Rata-rata mereka berbadan tegap dan bersenjata, jadi setiap ada proses ellang kondisinya selalu mencekam, ini khan tidak baik terus dibudayakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis PU Jember, Ir. Djuwarto usai mengikuti sidang paripurna LKPJ Bupati Jember di gedung dewan tidak bersedia berkomentar banyak. Menurutnya tidak tahu ada kondisi semacam itu, justru Djuwarto menanyakan oknum-oknum tersebut siapa yang mendatangkan, karena kalau dirinya tidak pernah mendatangkan mereka.

“Gak ada upaya seperti itu, yang ada semua sesuai prosedur, lelang seperti biasa tidak ada pengkondisian tertentu,” imbuhnya sambil menuju mobilnya. (RI-1)

Selengkapnya...

Lelang Proyek Pembangunan Outlet Jember 900 juta Berbuntut

Jember – Lelang proyek pembangunan outlet Jember di Jubung, Mangli Jember senilai Rp. 950 juta yang dilaksanakan pada Kamis (28/5/2008) lalu di Disperindag Jember ternyata berbuntut pada proses hukum. Sejumlah rekanan yang tergabung dalam beberapa asosiasi berencana melaporkan kasus tersebut ke Polwil Besuki.

Menurut sejumlah rekanan proses lelang yang ada di Disperindag tersebut penuh dengan rekayasa. Karena pemenang lelang, CV. Gusteknika, diduga telah melakukan pemalsuan pengalaman pengerjaan proyek. “Sehingga kalau pengalamannya palsu maka CV. Gusteknika tidak berhak mendapatkan Setifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK) dari LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi),” ujar Ketua Gapeknas Jember, Abdul Manaar, Selasa (2/6/2008).

Dengan kasus pemalsuan tersebut sudah seharusnya Disperindag tidak menerima penawaran proyek dari perusahaan rekanan yang bermasalah. “Kalau tetap diterima dan dinyatakan sebagia satu-satunya rekanan yang lolos penilaian dan menjadi pemenang itu khan namanya ada sesuatu, maka teman-teman akan melanjutkan ini ke proses hukum,” imbuhnya.

Menruut Manar data terkait dugaan pemalsuan tersebut sudah diberikan kepada Disperindag, untuk menjadi kajian dan telaahan dalam mengambil keputusan. Sementara itu Ketua Lelang, Dra. Nanis M, mengaku sudah menjalankan proses lelang sesuai prosedur. Dan rekanan yang sudah ditetapkan juga sudah menandatangani pernyataan atau fakta integritas bahwa semua persyaratan yang diserahkan adalah asli dansesuai dengan kenyataan.

“Kalau memang ada dugaan pemalsuan seperti yang diributkan teman-teman, ya sebaiknya dinyatakan secara resmi, kalau tidak ada maka kami tidak bisa mengambil langkah lebih jauh,” jelasnya. Terkait surat Gapeknas Jember dan Gapeknas Jawa Timur yang ditandatangani oleh H. Ali Badri Zaini, merupakan surat permohoanan saja. Bukan surat pernyataan bahwa CV Gusteknika, telah dicabut ijinnya atau dibekukan.

“Sehingga sampai hari ini kami masih menunggu surat resminya dari LPJK dan gapeknas Jatim, bukan surat permohonan tetapi surat yang menyatakan bahwa ijin CV Gusteknika dicabut karena kasus pemalsuan,” imbuh Nanis. (RI-1)

Selengkapnya...

Harga Mitan di Jember Tetap Tembus 4 ribu

Jember – Harga minyak tanah (mitan) yang baru hasil keteteapan pemerintah ditingkat pengecer yakni Rp. 2.500,-. Namun di Jember hingga saat ini harga ditingkat pengecer bisa menembus angka Rp. 4.000,-. Hal ini dikeluhkan oleh ibu-ibu rumah tangga yang sehari-harinya menggantungkan diri pada mitan untuk memasak.

Yang lebih menyedihkan lagi yakni penjual makanan ringan seperti penjual bakso keliling, dan pedagang lainnya seperti gorengan yang menggunakan bahan pokok minyak goreng dan mitan untuk memasak. Salah satu ibu rumah tangga di wilayah Perumnas Patrang, Dewi, menyatakan setiap harinya dirinya membeli mitan sebanyak 2 liter untuk memasak keluarga besarnya.

“Sehingga setiap hari untuk beli minyak tanah saya harus siapkan uang Rp. 7.000,- sampai Rp. 8.000,-, padahal ketetapan pemerintah khan Rp. 2.500,- per liternya,” jelasnya. Dewi tetap bertahan dengan mitan karena selama ini harga Gas di Jember juga termasuk tidak stabil dan cenderung mengalami kenaikan, apalagi disaat langka stock.

Selain harga tidak stabil dan stock langka, gas juga sering diterima dengan berat yang tidak sesuai standar. “Banyak yang sudah dikurangi takarannya, jadi kami rugi dua kali, sudah mahal, tidak cukup dibuat memasak selama sebulan,” imbuhnya lagi.

Menanggapi hal ini pengurus Hiswanan Migas Jember, Beny Satria, menyatakan sebenarnya Hiswanan Migas sudah menetapkan harga eceran tertinggi ditangan konsumen sekitar Rp. 3.015,- atau dibulatkan Rp. 3.100,-. Dengan harga itupun pangkalan sudah mempunyai keuntungan Rp. 115,- per liternya. “Jadi kami sudah menghimbau bahwa harga tidak lebih dari Rp. 3.100,-.

Beny menyarankan kalau masyarakat kepingin mendapat harga murah maka dipersilakan datang di pangkalan mitan terdekat. Dapat dipastikan masyarakat mendapat harga Rp. 3.100,-. Kalau sudah sampai kepada pengecer Hiswana Migas mengaku kesulitan untuk memantaunya. (RI-1)

Selengkapnya...

Hukum Pidana Tidak Termasuk Konteks Konsultasi

(Infokom) Jember
Kesempatan dalam melakukan Memorandum of Understanding (MoU) Kejaksaan Negeri Jember bersama Perhutani KPH Jember beberapa hari yang lalu di aula Kantor Perhutani. Tidak disia-siakan oleh Kepala Kejaksaan Jember yang sekaligus memberikan sosialisasi hukum.

Sosialisasinya yang dilakukan oleh Kajari dihadapan ADM Perhutani Jember, Asper, Sataf Pehutani dan Petugas Polisi Kehutanan. Elvis Jhoni mengusung Kontek Hukum di Indonesia. “JIka Indonesia bangkit maka Jember-pun bisa bangkit dalam menjalin sinergisitas dengan Kejaksaan,”ungkapnya dalam awal sambutannya.

Rintisan penyuluhan hukum bagi pejabat yang dilantik hampir setahun yang lalu (Tanggal 2 Juli 2007-red) mejelaskan bantuan hukum. “Kejaksaan sebagai penegak hukum di sisi pidana sebagai eksekusi dan eksekutor, tidak bisa bersentusan langsung dengan tersangka namun Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) kami siap memberikan kosultasi hukum,”tandas Elvis.

Sesuai dengan UU nomor 16 tahun 2004 pasal 30 ayat (2) menurut Elvis jakasa bisa bertindak sebagai pangacara Negara. “Sekarang telah dirintis selain dengan Perhutani juga dengan PTPN XII, PLN dan beberapa bank yang telah menunjuk kami contohnya menagih kridit macet,”terangnya.

Bantuan hukum kepada pemerintah tidak terkecuali semisal pejabat Tata Usaha Negara, Pemerintah, BUMN dan BUMD akan dilayani lanjut Kajari. “Asalkan bukan persoalan pidana kami siap maju ke persidangan untuk mewakili pejabat sebagai tergugat cukup memberikan surat tugas,”papar Elvis.

Cakupan kosultasi hukum dimaksud oleh Elvis bisa dilayani jika terkait dengan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara. “Selebihnya dengan melakukan sosisalisasi atau menyelesaikan masalah kepada masyarakat terkait dengan hukum perdata maupun TUN kami siap memfasilitasi,”jelasnya lagi.

Artinya apa yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Jember dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait hukum. “Materi sebatas pencerahan terkait dengan hukum jika masyarakat sekitar hutan melakukan pelanggaran akan diberi penjelasan sangsi hukum yang akan kena,”paparnya.

Lebih lanjut menurut Elvis penyuluhan hukum ke masyarakat di desa sekitar hutan sangatlah perlu dilakkukan. “Karena dengan penyuluhan itu masyarakat akan tahu secara awal konsekwensinya jika tindakan yang dilakukan didalam hutan melanggar hukum atau tidak,”tambahnya.

Hanya saja menurut Kepala Kejaksaan Negeri Jember kedepan perlu ada intentif dalam menjalin kerja sama yang telah dilakukan baik oleh Perhutani dan Kejaksaan Jember. “Dengan intensif berkomunikasi maka secara dini kita dapat mengatasi persoalan hukum lebih awal,”terang dia.

Sementara itu menurut ADM Perhutani Jember dengan diberikan sosialisasi di hadapan stafnya pihaknya berterima kasih. “Karena dengan mengerti dasar hukumnya maka stasnya yang berada dilapangan akan bertambah meningkatkan kepercayaan diri,”ujar Taufik Setiyadi.

Sehingga dengan jalinan kerja sama yang telah dirintis oleh pihaknya bersama Kajari Jember, pihaknya akan terus akan melanjutkan kerjasama ini dengan intens. “Karena di Jember penjarahan hutan tipologinya sangat berbeda dengan daerah lain untuk itu kami akan saling koordinasi dan komunikasi dengan kejaksaan,”jelas Taufik. (*/jok)

Selengkapnya...

Populasi Ternak Jember Juga Meningkat

Jember - Seperti sector pertanian di jember, sector peternakan dan perikanan di Jember juga mengalami peningkatan yanga cukup bagus. Hal ini disampaikan oleh Kadispeternakan dan perikanan, Ir. Dalhar, usai meninjau program kolamisasi di beberapa kecamatan di wilayah Jember Selatan, Minggu (1/6/2008).

Menurutnya sub sektor peternakan mengalami peningkatan produktivitas, populasi sapi potong meningkat dari tahun 2005 sejumlah 182.398 ekor, tahun 2006 menjadi 183.266 ekor, dan tahun 2007 meningkat 184.202 ekor.

“Demikian juga dengan populasi domba pada tahun 2005 sejumlah 63.424 ekor, tahun 2006 64.188 ekor, dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 64.955 ekor. Populasi kambing pada tahun 2005 sejumlah 43.076 ekor, tahun 2006 sejumlah 43.593 ekor, dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 44.116 ekor,” tuturnya.

Pengaruhnya pada produksi hasil peternakan, berupa daging di Jember mengalami peningkatan. Produksi tahun 2005 sebanyak 12,95 ribu ton, tahun 2006 menjadi 13,08 ribu ton, dan tahun 2007 meningkat menjadi 13,18 ribu ton.

Termasuk produksi telor tahun 2005 sebanyak 9,58 ribu ton, tahun 2006 sebanyak 9,68 ribu ton, dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 9,77 ribu ton,”terangnya. Dalam rangka menjaga ketersediaan populasi ternak, Pemkab melaksanakan program inseminasi buatan (IB) yang melibatkan masyarakat. Jumlah kebutuhan straw (mani beku) terus meningkat, tahun 2005 sebanyak 45.897 dosis, tahun 2006 sebanyak 56.120 dosis, dan tahun 2007 sebanyak 62.150 dosis.

Sedang di Sub sektor lain semisal, perikanan laut dan darat tahun 2005 mencapai 211.254 kuintal, tahun 2006 sebanyak 290.183 kuintal, tahun 2007 mencapai 397.914 kuintal.

“Untuk perikanan laut meningkat dari 824.261 kuintal tahun 2005, tahun 2006 sebanyak 830.519 kuintal, dan tahun 2007 menjadi 836.825 kuintal,” imbuhnya. (RI-1)

Selengkapnya...

Pemkab terus Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Jember – Upaya Pemkab Jember meningkatkan produktivitas pertanian terus dilakukan. Bahkan menurut Bupati Jember, Ir. MZA Djalal, upaya Pemkab tersebut sudah bias dilihat hasilnya sejak beberapa tahun lalu. “Sub sektor Pertanian Tanaman Pangan, produktifitas komoditas pertanian tanaman pangan telah menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun,” Ujarnya Minggu (1/6/2008).

Salah satu contoh yakni di komoditas padi, produktifitas padi tahun 2005 mencapai 52,04 kuintal/Ha, tahun 2006 meningkat menjadi 53,45 kuintal/Ha dan tahun 2007 meningkat menjadi 54,91 kuintal/Ha.

“Belum lagi komokoditi lain seperti kedelai pada tahun 2005 mencapai 8,23 kuintal/Ha, tahun 2006 meningkat menjadi 11,53 kuintal/Ha, dan tahun 2007 menjadi 11,10 kuintal/Ha dan jagung pada tahun 2005 mencapai 53,31 kuintal/Ha, tahun 2006 meningkat menjadi 55,89 kuintal/Ha, dan tahun 2007 meningkat menjadi 56,88 kuintal/Ha,” jelas Djalal.

Hal senada disampaikan Kadisperta Pemkab Jember Ir. Harry Widjayadi, menurutnya peningkatan produktivitas pertanian membawa dampak ke sector lain. “Keberhasilan peningkatan produksi tanaman pangan diikuti sektor lain seperti peningkatan produksi peternakan, perikanan dan perkebunan,” imbuhnya.

Upaya untuk meningkatkan produktivitas tersebut menurut Harry dilakukan dengan berbagai cara. “Namun yang terpenting adalah kemauan petani untuk berubah lebih baik, itu yang menjadi factor utama,” tuturnya. (RI-1)

Selengkapnya...

Pasokan Terlambat, Pemadaman Bergilir se-Jawa Bali

Malang - Pemadaman aliran listrik di wilayah Malang Raya diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Bulan Juni mendatang menyusul keterlambatan pasokan bahan bakar di tiga PLTGU.

Ketiga PLTGU tersebut adalah PLTGU Muaratawar (Jakarta), Tambak Lorok (Semarang) dan Grati (Pasuruan).

Selain karena keterlambatan pasokan bahan bakar, adanya pemadaman bergilir di wilayah Malang Raya juga dikarenakan sejak tanggal 24 Mei lalu dilakukan pemeliharaan pembangkit di Paiton dan Suralaya.

Santjoko, Asmen pemasaran Area Pelayanan Jaringan (APJ) Malang mengatakan pemadaman bergilir dilakukan karena dengan adanya pemeliharaan dan keterlambatan pasokan bahan bakar pembangkit ada pengurangan beban sebesar 800 megawatt.

"Padahal di Malang jaringan yang tersambung sebesar 780 megawatt, kalau dibebankan seluruhnya maka akan mati total semua wilayah Malang Raya," jelas Santjoko, saat ditemui di kantornya, Jum'at (30/05/2008).

Dengan demikian, lanjut Santjoko, dilakukan pemadaman bergilir di wilayah Malang Raya dengan setiap hari satu penyulang atau satu sambungan, "Kami mengupayakan tempat pelayanan publik seperti rumah sakit tidak dilakukan pemadaman," katanya.

Pemadaman dilakukan pada siang hari sejak jam 08.00 hingga 17.00 WIB. "Mengenai titik mana saja yang dilakukan pemadaman bergilir yang menentukan APDS Surabaya," ujarnya.

Menurutnya, semua beban dari pembangkit listrik terlebih dulu ditampung di Unit Penampung Beban (UPB) Waru untuk kemudian didistribusikan ke jawa-Bali. "Wilayah Malang setiap hari mendapat bagian lima megawatt per harinya, sehingga terpaksa dilakukan pemadaman berglir," kata Santjoko.

Santjoko mengatakan, "Kalau semua pihak berpartisipasi untuk melakukan penghematan, saya kira tidak sampai terjadi pemadaman seperti ini" katanya.

Ia juga meminta maaf kepada para pelanggan PLN karena tidak bisa memberikan pelayanan yang semestinya dalam beberapa hari ini.

Selain itu, Santjoko juga menyinggung tentang pemeliharaan pembangkit yang dimajukan jadwalnya pada tahun 2008 karena persiapan pemilihan presiden 2009, "Kayaknya jadwal pemeliharaan pembangkit listrik dimajukan pada tahun ini supaya pada hajat pemilihan presiden 2009 nanti tidak terjadi gangguan," ujarnya. [*/Bejat]

Selengkapnya...

Arfin, Pemerkosa Bunga, Akhirnya Ditangkap Polres

Jember - Dugaan pemerkosaan kepada Bunga (14) warga jalan Raden Patah, talangsari, Jember, akhirnya ditangani serius oleh Polres Jember. Hari ini, Jumat (30/5/2008) pelaku yang diduga anak buah pengusaha tanah Kaliwates, Arifin, akhirnya diamankan oleh Polres Jember.

Penangkapan pelaku tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Kholilurahman. Menurutnya atas laporan dari anggotanya pelaku sudah diamankan di mapolres Jember. "Coba di cek lagi di Mapolres, tadi laporannya sudah masuk, ya diamankan dari amuk massa, karena rupanya keluarga korban tidak terima," ujarnya via handphone.

Menurut Kholilur, pelaku akan dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dan perempuan, karena korban tergolong dibawah umur, usianya saja masih 14 tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya Bunga merupakan anak dari pemilik warung kopi yang biasa buka di sekitar Pasar tanjung Jember. Korban pada hari Minggu lalu diajak oleh pelaku jalan-jalan dengan dalih akan dibelikan jaket. Namun ternyata korban justru dibawa pelaku di rumah bosnya di Jalan Hayam Wuruk Jember yang kemudian ternyata diperkosa beberapa kali.

Saat keluarga korban melapor ke Mapolres Jember, penyidik sempat ragu akan keterangan korban karena sering berubah-rubah. Namun akhirnya penyidik menangkap pelaku karena bukti dan saksi sudah kuat. Dan keterangan yang berubah-ubah dari korban karena korban masih shock dan trauma. (RI-1)

Selengkapnya...

Ironis, Setujui PJU Tapi PLN Himbau Hemat Listrik

Jember – Akhir-akhir ini PLN Jember mulai disorot oleh banyak kalangan, pasalnya PLN yang sebelumnya menolak proyek PJU 9.000 titik. Kini mendukungnya, namun kenyataan dilapangan pasca mendukung program tersebut diwilayah Jember sering terjadi pemadaman sepihak dan bergilir di hamper semua kecamatan di Jember.

Dan tidak hanya itu saja, pasca menyatakan bahwa Jember boleh tumbuh 5% sehingga bias melayani PJU 9.000 titik dengan kebutuhan energy 4 Megawatt Ampere. Ternyata diam-diam PLN melakukan kampanye hemat listrik, melalui SMS dan menahan pelayanan sambungan baru untuk perumahan biasa.

SMS yang menyebar di handphone ratusan warga Jember tersebut berjumlah sekitar 300 karakter yang berisi himbauan kepada setiap rumah tangga untuk mematikan minimal 50 watt listrik setiap harinya.

Dalam SMS tersebut juga disebutkan untuk mengirim SMS tersebut secara berantai ke handphone warga lain untuk mensukseskan program hemat dari PLN. Menurut SMS tersebut dengan menghemat 50 watt maka PLN bias menghemat 325 megawatt atau setara dengan satu pembangkit listrik. Karena pelanggan PLN se-Jawa Timur saat ini ada 6,5 juta pelanggan.

Kepala PLN Jember, Bambang Setyadi, membenarkan bahwa ada SMS program tersebut. Menurutnya memang hal itu menindaklanjuti program penghematan yang dianjurkan oleh PLN pusat. Namun ketika Bambang ditanya, terkait dukungannya terhadap PJU Jember, Bambang enggan berkomentar.

“Yang penting dari pusat ada program penghematan yang sosialisasinya salah satunya dengan SMS tersebut, soal dukungan kepada PJU, itu soal lain selama ini saya sudah bilang berkali-kali, kalau kita boleh tumbuh 5%,” ujarnya, Jumat (30/5/2008).

Menurut Bambang yang terpenting, masyarakat mendukung program penghematan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah. (RI-1)

Selengkapnya...

Warga Resah, Listrik Jember Mati Bergiliran

Jember – Sebagian besar masyarakat di Jember mulai mengeluhkan pemadaman listrik mendadak dari PLN. Pasalnya pemadaman yang dilakukan PLN tersebut tanpa didahului dengan pemberitauan dan sering terjadi, di hamper seluruh kecamatan di Jember.

Setiap harinya dapat dipastikan ada dua lebih desa atau kecamatan yang mengalami pemadaman atau mati lampu. Pantauan beritajatim.com beberapa minggu terakhir ini sejumlah kecamatan sering mengalami mati lampu.

Sejumlah daerah yang sering mengalami musibah tersebut diantaranya, kecamatan Patrang, Ajung, Jenggawah, Arjasa, Sumbersari, Mumbulsari, Silo, Tanggul dan lainnya.

Salah satu tokoh masyarakat asal desa Mangaran Ajung, Tohandi, menyatakan pemadaman listrik didaerahnya sudah tidak bias dihitung lagi berapa kali dalam sebulan terakhir ini.

“Seminggu saja bias beberapa kali, dan kalau mati sering 5 sampai 10 jam, itupun tidak ada pemberitahuan sebelumnya, khan kasian kepada yang punya industri rumah tangga atau lainnya, mesinnya bias cepat rusak dan omzetnya menurun karena tidak bias produksi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Githa taruna, warga Patrang, menurutnya dalam seminggu ini saja sudah 3 kali pemadaman yang lamanya hingga satu hari. “Seperti hari ini, mulai jam 10 pagi tadi sampaisore ini jam 3, belum nyala juga, padahal kami khan punya usaha perbaikan kulkas dan AC, otomatis sehari nggak kerja, kenapa tidak ada pemberitahuan,” keluhnya, hari ini, Jumat (30/5/2008) di tempat kerjanya.

Menanggapi hal ini, Manajer Umum PLN Jember, Gunawan, mengaku bahwa ada pemadaman listrik bergiliran karena energy yang mulai berkurang. Dan itu dilakukan oleh pengendali energy dari Jawa Timur. Pihaknya juga menyangkal kalau ada kaitannya dengan mulai dioperasionalkannya PJU di Jember.

Seperti telah diberitakan sebelumnya PLN pernah menolak program PJU karena stock energy menipis. Namun akhir-akhir ini PLN justru mendukung program tersebut dengan dalih Jember boleh tumbuh 5% oleh PLN Pusat. Sehingga bias melayani PJU. (RI-1)

Selengkapnya...

Kotak Surat

Nama
E-mail
Pesan