
Jember - Keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat, untuk itu agar Jember tetap kondusif, utamanya menjelang Perayaan Natal Tahun 2008 dan Tahun Baru 2009. terkait dengan hal tersebut Polres Jember bakal menurunkan 2/3 kekuatan di jajaran Polres Jember atau 1000 anggota.
Bahkan untuk menjamin keamanan tersebut Dandim 0824 Jember, Letkol Inf. Dedy Agus Purwanto, berjanji bakal membackup pasukan dari Polres dengan pasukan dibawah komandonya.
“Kita jangan melihat ini natal dan tahun baru, tetapi bagaimana menjaga Jember ini tetap kondusif,” ujar Dandim usai gelar pasukan operasi lilin 2008 dan tahun baru 2009, Selasa (23/12).
Hal senada juga disampaikan Kabag. Ops Polres Jember, AKP Wied Hartono bahwa jajarannya akan menempatkan 4 pos induk dan 7 pos PAM yang tersebar didalam beberapa sub pos di seluruh Kabupaten Jember dengan kekuatan 2/3 anggota Polres Jember atau sekitar 1000 personil yang akan dibantu oleh TNI dan potensi masyarakat yang lainnya.
“Untuk penempatan personil yang akan mengamankan umat nasrani merayakan natal disesuaikan dengan kebutuhan, masing-masing gereja akan ditempatkan paling sedikit 5 s/d 15 personil terdiri dari semua fungsi,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Bakesbang dan Linmas Jember, Drs Sudjak Hidayat berharap kepada masyarakat untuk turut menciptakan situasi aman dan kondusif di lingkuingan masing-masing.
Pihaknya bersama jajarannya di Kominda Jember mengadakan beberapa kegiatan diantaranya pemantauan dilapangan dalam mendeteksi dan mencegah dini agar setiap permasalahan bisa dieliminir sekecil mungkin. “Kegiatan Kominda merupakan antisipasi saja yang memang diperlukan, karena setiap permasalahan harus terdeksi sedini mungkin, “katanya. (Ri-1)
RADAR INVESTIGASI
Amankan Natal dan Tahun Baru, 1000 Personil Diterjunkan
Front Perempuan Gelar Lomba Pidato Pancasilais

Jember - Menurunnya minat kawula muda akan nilai-nilai ideologi Pancasila, mendorong Front Perempuan Nasionalis Indonesia (FPNI) Jawa Timur dan Dirjen Kesbangpol Dalam Negeri menyelenggarakan Lomba Pidato Pancasila Tingkat SLTP – SLTA se-Jatim.
Lomba yang digelar mulai Minggu (23/11) kemarin, di MAN 1 Jember ini diikuti sebanyak 114 siswa SLTP dan 98 siswa SLTA.
Menurut salah satu anggota panitia pelaksana, Hani Putri SH, lomba ini bertujuan untuk memberikan motivasi terhadap generasi muda dalam memberikan makna Pancasila sebagai sebuah ideologi dan dasar negara sekaligus memupuk jiwa patriotisme.
“ Ada wawasan dan kecintaan bangsa yang mulai luntur, padahal nasib bangsa ini terletak pada generasi muda dan semangat nasionalisme serta patriotisme mereka sudah sangat memprihatinkan,” cetusnya.
Dalam lomba ini, terdapat 5 nominasi yang nanti juaranya akan diikutkan pada babak semi final di Kediri pada 6 Desember mendatang. Sedangkan babak final akan dilaksanakan di Malang pada 28 Desember 2008.
Sementara itu salah seorang peserta dari Glenmore, Banyuwangi yang berhasil dijumpai, Reksi Bayu Murti mengatakan bahwa dirinya termotivasi untuk melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.
Lomba ini dilakukan secara serentak di 6 wilayah Jawa Timur, yaitu Jember, Kediri, Malang, Ponorogo, Lamongan dan Surabaya. (RI-1)
Konflik Politik Akibatkan Kesadaran Berbangsa Menurun
Jember – Adanya konflik yang bernuansa kepentingan politik ternyata mengakibatkan turunnya kesadaran berbangsa. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bakesbang Linmas Jember, Drs. Sudjak Hidayat dikantornya, Jumat (8/8/2008).
Sudjak menjelaskan pernyataannya tersebut mendasar, sehingga beberapa waktu lalu diadakan kegiatan rakor kesadaran berbangsa se-jawa Timur di Jember.
“Pada waktu itu Pemerintah Kabupaten / Kota se-Jatim diminta lebih bersinergi dan bekerja sama sharring program dan informasi terkait masalah aktual, terkait isu strategis nasional dan daerah. Karena turunya kesadaran berbangsa berawal dari konflik kepentingan, seperti poltik,” jelasnya menirukan pernyataan Asisten Teritorial Kodam V Brawijaya, Letkol. Inf. Rahmat Pribadi.
Menurut Sudjak Kodam berharap agar nantinya pasca rakor tersebut, masing-masing daerah berpartisipasi dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pemahaman kesatuan bangsa dalam masyarakat.
”Karena kita berkepentingan untuk menjaga agar iklim dan suasana yang kondusif tetap berlangsung dalam masyarakat, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan dengan baik,“ harapnya.
Masyarakat perlu terus-menerus diberikan pemahaman akan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk tetap kokohnya NKRI, karena semua ini sangat besar manfaatnya dalam rangka peningkatan kecerdasan dan wawasan masyarakat dan juga peningkatan SDM-nya.
Apalagi saat ini Jember sedang gencar menjaring investor, sehingga stabilitas keamanan diminta tetap dijaga. Sudjak juga menjelaskan bahwa TNI selama ini berkepntingan untuk mempertahankan NKRI, sesuai dengan amanat UU RI No. 34 Tahun 2004 bahwa setiap operasi militer TNI membantu pemerintah.
“TNI sebagai pertahanan negara harus tangguh menjadi penangkal ancaman eksternal. Namun tetap dibutuhkan kerjasama menyeluruh semua komponen bangsa, sehingga diminta untuk mengesampingkan kepentingan politis tertentu dan lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,” imbuhnya. (RI-1)
